Daerah

RSU Ananda Purworejo Beri Penyuluhan & Deteksi Dini Kanker Payudara

dr. Annisa Fitriani/MAS

PURWOREJO – Rumah Sakit Umum Ananda, adakan penyuluhan kesehatan untuk tingkatkan kesadaran masyarakat.

Disampaikan oleh  dr. Annisa Fitriani, berdasarkan data badan statistik, angka prevalensi penyakit kanker di Jawa Tengah saat ini mencapai estimasi sekitar 68.638 jiwa. Data tahun 2013, DIY memiliki prevalensi sekitar 4,1% penduduk, Jateng sekitar 2,1% penduduk, kemudian Jatim 1,6% penduduk.

Dari temuan tersebut, kasus kanker terbanyak pada perempuan berasal dari kanker payudara dan kanker serviks, sedangkan pada laki-laki berasal dari kanker paru-paru.

Oleh sebab itu, RSU Ananda Purworejo bekerjasama dengan PT Unggulrejo Wasono mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.

Kurang lebih 300-400 pekerja PT dan beberapa warga desa binaan khususnya kaum perempuan, sangat antusian mengikuti penyuluhan dengan tema Ayo Cegah dan Tatalaksana Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.

“Walaupun kanker payudara termasuk salah satu jenis kanker mematikan, sesungguhnya kanker payudara bisa disembuhkan. Menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang penting agar dapat terhindar dari kanker payudara, tetapi tentunya jangan lupa untuk melakukan deteksi dini. Semakin cepat sel kanker payudara diketahui, semakin cepat pula pengobatan dilakukan, sehingga peluang kesembuhan semakin besar,” kata dr. Annisa Fitriani.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)

SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara. SADARI bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. Pemeriksaan ini direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setiap hari ke-7 sampai 10, dihitung mulai dari hari pertama haid atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.

Baca Juga:  Universitas Muhammadiyah Purworejo, Kembangkan Budidaya Emas Hijau Dengan Brikoka

Keadaan seperti apakah yang harus menjadi perhatian?

Pada saat melakukan SADARI, keadaan yang harus menjadi perhatian adalah:

  1. Teraba benjolan.
  2. Penebalan kulit.
  3. Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
  4. Pengerutan kulit payudara.
  5. Keluar cairan dari puting payudara.
  6. Nyeri.
  7. Pembengkakan lengan atas.
  8. Teraba benjolan pada ketiak atau sekitar leher.

Langkah-langkah melakukan SADARI

  1. Perhatikan dengan teliti payudara Anda di depan cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila terdapat benjolan atau perubahan bentuk, warna, dan ukuran pada payudara (secara normal ukuran pada payudara kanan dan kiri tidak sama persis).
  2. Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua tangan berada di belakang kepala dan tekan ke arah depan. Kemudian tekanlah kedua tangan Anda dengan kuat pada pinggul dan gerakkan kedua lengan dan siku ke arah depan sambil mengangkat bahu. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada Anda sehingga perubahan-perubahan seperti cekungan atau benjolan akan lebih terlihat.
  3. Angkatlah lengan kiri Anda lalu rabalah payudara kiri dengan tiga ujung jari tengah tangan kanan yang dirapatkan. Perabaan dapat dilakukan dengan cara:
  • Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari atas (posisi jam 12) dengan mengikuti arah jarum jam, bergerak ke tengah ke arah puting susu.
  • Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya.
  • Gerakan dari bagian luar payudara ke arah puting susu
  • Kemudian lakukan perabaan dengan gerakan yang sama pada payudara kanan Anda dengan menggunakan jari-jari dari tangan kiri.
  1. Tekan secara pelan daerah di sekitar puting kedua payudara dan amatilah apakah terdapat keluar cairan yang tidak normal (tidak biasanya), seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah. Pada wanita yang masih menyusui, bedakan dengan ASI. Proses tersebut dapat dilakukan saat mandi dengan menggunakan air sabun untuk memudahkan melakukan gerakannya.
  2. Dapat pula dilakukan saat berbaring dengan cara tangan kiri di bawah kepala. Letakkan bantal kecil di bawah punggung. Rabalah seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan yang telah diuraikan pada langkah nomor 3. Kemudian lakukan pemeriksaan yang sama pada payudara sebelah kanan.
  3. Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas tepi luar dekat lipat ketiak (kuadran superolateral kanan dan kiri) karena tumor payudara banyak ditemukan di daerah tersebut.
Baca Juga:  HUT RI ke-74 Sudah Terasa di Kampung Pandekluwih

Hal lain yang penting untuk diketahui dalam melakukan SADARI yaitu mengetahui batas-batas dari payudara sehingga seluruh payudara dapat diraba secara berurutan dan sistematis sehingga tidak ada bagian yang terlewatkan.

Batas-batas payudara:

  • Batas atas adalah jarak 1-2 jari dibawah ruas tulang selangka (clavicula).
  • Batas bawah adalah garis lingkar kulit bawah payudara.
  • Batas terluar adalah garis tengah ketiak ke arah bawah.
  • Batas terdalam adalah garis tengah ruas dada.

Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti tersebut di atas atau terasa adanya perubahan bila dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS)

Selain melakukan SADARI, Anda juga disarankan melakukan pemeriksaan rutin payudara klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh dokter yang kompeten.

Baca Juga:  11 Kecamatan Wajib Memiliki Kegiatan di HUT Pesawaran ke-12

Sering kali seseorang baru akan menyadari adanya benjolan pada payudara saat benjolan sudah berukuran cukup besar (sekitar 1cm), oleh sebab itu perlu juga melakukan skrining dengan menggunakan USG payudara dan mammografi (disesuaikan dengan usia). Hasil dari kedua tes tersebut saling melengkapi data yang satu dengan yang lain.

Segera ambil paket deteksi dini kanker payudara yang tersedia di RSU Ananda Purworejo. Kesembuhan dan keselamatan Anda dari ancaman kanker payudara dimulai dari kewaspadaan Anda sejak dini. Semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin cepat juga pengobatan tepat dilakukan. Jangan sampai terlambat!.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top