Iklan
Modus

RS Urip Diduga Tolak Rujukan BPJS Pasien Poli Bedah Onkologi

RS Urip Sumoharjo, Kota Bandar Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG – Seorang pasien asal Tulangbawang Barat harus menelan kekecewaan lantaran gagal berobat karena RS Urip Sumoharjo menolak rujukan BPJS rawat jalan Poli Bedah Onkologi.

Jika ingin berobat ke rumah sakit tersebut, pasien harus menggunakan biaya pribadi atau umum.

Pasien Arjuna (48) mengatakan dirinya sudah membawa rujukan BPJS dari rumah sakit daerah Menggala, Tulangbawang yang ditujukan ke RS Urip Sumoharjo. Dia dirujuk ke Urip untuk mengkonsultasikan penyakit benjolan di payudaranya yang diduga kanker.

Saat itu 9 Juni 2018, dirinya mendaftar melalui telepon ke poli rawat jalan RS Urip di nomor 08117257430 untuk mendaftar ke dokter bedah onkologi RS Urip. Saat itu dirinya mendapat jadwal kontrol 30 Juni 2018 dengan nomor urut 50.

Baca Juga:  Penyelidikan Kasus Penghinaan Adat Lampung Oleh Seno Aji Terkesan Mandek

Tiba pada saat kontrol, dirinya mengkonfirmasi ulang melalui nomor telepon yang sama. Saat itu yang mengangkat telepon adalah petugas perempuan. Pasien ini menanyakan jadwal praktik dokter, si petugas memintanya agar datang pukul 16.00 WIB.

Namun pasien terkejut saat petugas itu mengatakan bahwa kebijakan dokter dan rumah sakit tidak melayani pasien BPJS hanya umum saja.

“Petugas perempuan itu bilang, untuk konsultasi dan obat bayar pribadi, kecuali kalu ada tindak lanjut dan rawat inap,” kata Anna, sapaan akrab pasien ini, Senin (2/7).

Dia pun kecewa, jika memang tidak melayani pasien BPJS mengapa mendapat rujukan ke RS tersebut. Apalagi sudah menunggu hampir satu bulan.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Amankan 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

“Masa rumah sakit dan dokter pilih pilih, hanya pasien umum saja. Mentang mentang pakai BPJS tidak mau dilayani, itukan bayar juga. Sama saja dokter dan rumah sakit itu tidak mendukung program pemerintah,” kata dia.

Saat ditelusuri ke nomor yang dimaksud, memang benar, seorang petugas perempuan mengatakan untuk poli bedah onkologi tidak melayani pasien BPJS kecuali jika rawat inap.

“Ya memang dokternya tidak mau. Tiga dokter onkologi, dokter Adhi, dokter Bintang, dan dokter Dino tidak mau, kecuali yang pakai biaya pribadi saja. Kalau pakai BPJS ke Abdul Moeloek saja,” kata petugas ini menjelaskan.

Menurut dia untuk pelayanan poli bedah onkologi satu kali konsultasi pasien harus mengeluarkan Rp350 ribu. “Iya sekitar 350 ribu, belum termasuk kalau ada obatnya,” kata dia.

Baca Juga:  Polda Verifikasi Warga Lampung Diduga Jaringan Teroris

Untuk diketahui, salah satu dari tuga dokter itu yakni dojter Adhi N merupakan dokter bedah onkologi dari Bandung yang pulang pergi ke Lampung untuk praktik di RS Urip Sumoharjo.(AJ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top