Iklan
Modus

RS Abdul Moeloek Tolak Pasien Kanker, Sopian Sitepu Siap Beri Bantuan Hukum

Pengacara senior di Provinsi Lampung, Sopian Sitepu/Net

BANDAR LAMPUNG – Keluarga Yuniarti (50), pasien pengidap kanker payudara stadium IV yang saat ini tengah dirawat di Ruang Kenanga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit.

Safira, anak perempuan Yuniarti, mengeluhkan penanganan medis yang diterima ibunya. Perwakilan keluarganya juga mengaku telah menyampaikan permintaan untuk mendapat perawatan ke ICU sudah diajukan ke dokter jaga pada ruangan tersebut namun diabaikan.

Dia mengatakan bahwa pertama kali ibunya masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) tidak mendapat perawatan yang sebelumnya pernah dialami di Rumah Sakit Graha Husada.

“Beda. Kemarin itu sempat dirawat di Graha. Waktu itu ibu dicek sama perawat sana. Itu terjadi 29 Mei kemarin. Kalau di sini, tak ada dicek seperti di Graha,” tuturnya, Senin (17/6/2019).

Baca Juga:  600 Personel Akan Amankan Hasil Pleno KPU Tanggamus

Saat mendapat perawatan di ruang Kenanga, untuk memberikan obat kepada sang ibu pun harus dilakukannya sendiri.

“Ibu kan sudah tidak sadar. Ada selang di mulut. Saya sendiri yang gerus obatnya supaya halus. Terus masukin sendiri ke selang itu,” akunya.

Sebelumnya sang ibu telah menjalani perawatan medis berupa kemoterapi. Dia menjalani perawatan itu di RSUDAM sebanyak 6 kali.

Setelah menjalani kemoterapi itu, dia menyatakan bahwa payudara sebelah kanan ibunya telah diangkat saat kanker itu berada pada stadium III.

“Sudah 6 kali di kemo (kemoterapi). Itu dijalani di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Terhadap perawatan yang dijalani Yuniarti, dokter jaga bernama Yeni pun mengamininya. Dia membenarkan perihal rekam medis Yuniarti itu saat dikonfirmasi di ruangannya.

Baca Juga:  Panwascam Punduh Pidada Amankan Beras Dan Kalender Mustafa

Terhadap pelayanan yang dikeluhkan tersebut, Juru Bicara RSUD Abdul Moeloek Akhmad Sapri memberikan penjelasan.

“Harus diketahui bahwa pasien yang masuk ICU itu harus ada indikasi medis seperti gagal napas atau jantung dan itu kewenangan dokter bukan permintaan keluarga,” kata dia.

Sementara itu, pengacara senior di Provinsi Lampung, Sopian Sitepu, siap memberikan bantuan hukum kepada keluarga pasien yang merasa diabaikan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.

“Kita akan berikan bantuan hukum. Silakan jika yang bersangkutan mau,” kata Sopian, kemarin.

Tawaran bantuan hukum itu dinilainya perlu dilakukan. Tawarannya itu dimintanya harus dilihat dari sisi positif. Sehingga, masyarakat dan pihak terkait dapat menjadikan hal tersebut sebagai edukasi.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Imbau Pelajar Tak Bawa Kendaraan ke Sekolah

“Kalau mereka butuh. Kita siap,” terangnya.

Komentar Sopian tersebut diutarakan sebagai respon dari pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa muncul keluhan dari keluarga pasien di RSUD Abdul Moeloek.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top