Panggung

Riwayat bermusik Uncle Djink sejak 1989

Uncel Djink atau Fajar Sulistyawan/MAS

Suluh.co – Uncel Djink (52) adalah nama panggung dari musisi Purworejo yang bernama asli Fajar Sulistyawan, lahir di Plaosan Purworejo, 1968. Pilihan hidupnya menjadi seorang musisi sejak lulus SMA pada tahun 1989.

Kegemarannya di dunia tarik suara sudah ia perlihatkan sejak di SMAK Widodo dengan mengikuti kelompok paduan suara di sekolah. Lulus SMA menjadi awal perjalanan penuh makna baginya di dunia musik, bergabung dengan kelompok seni jalanan bernama KRIET menjadi jembatan untuk luapkan segala emosi di waktu muda.

Seperti anak muda era 80an lainya lagu-lagu dari Iwan Fals, Sawung Jabo, Leo Kristi sering terdengar di telinga dengan gaya mereka membawakan.

Baca Juga:  TNI Lekat dengan Rakyat Lewat Karya Bakti & Kegiatan Sosial

Perjalanan hidup pribadi bahkan pilihan mejadi seorang musisi tidak mudah ia lewati, banyak tekanan maupun cacian yang diterima. Konsistensi bermusik bersama sering membuat ia kecewa jika akhirnya ekonomi yang membuat kawan-kawanya mundur dari dunia musik.

Eksis bersama KRIET hingga tahun 2000an dengan beberpa lagu ciptaan mereka sendiri, sudah banyak panggung di dalam maupun luar kota ia jajaki.

Uncel Djink atau Fajar Sulistyawan/MAS

Kembali lagi bicara soal ekonomi, Musik saat itu belum mampu untuk menghidupi kebutuhan pribadi maupun keluarga, olah sebab itu KRIET vakum dalam dunia panggung, eksisnya tidak seperti dulu, namun keberadaanya hingga saat ini masih bisa kita nikmati di kegiatan musik dalam maupun luar kota Purworejo dengan personil yang masih sama.

Baca Juga:  Perdana, Teater Surya UM Purworejo Gelar Pentas "Terlambat"

Perjalanan musik Fajar Sulistyawan tidak berhenti disitu saja, pilihan menjadi musisi itu bulat tekatdnya.

“musik adalah gaya hidup pilihan hidup yang dihidupi dan menghidupi. Intine di kesenian musik, saya ingin totalitas bukan setengah-setengah, yang saya bisa hanya itu,” katanya.

Ia sadar bahwa musik saat itu tidak bisa memenuhi kebutuhan pribadi ataupun keluarga hingga ia juga harus bekerja menjadi buruh serabutan, buruh cat tukang, bertani, berkebun disekitar rumah demi bertahan hidup.

Dalam perjalanan musiknya, tidak hanya dengan KRIET ada juga Sego Megono, Congculy dan PJR. Hingga saat ini Uncel masih aktif bersama dengan mereka dalam dunia musik.

Sesampainya saat ini, 2021. Cerita Uncel masih banyak dan panjang, kalian bisa melihat karya-karyanya melalui akun YouTube Fahmi Aziz.

Baca Juga:  Produk Unggulan Gula Semut Petani Somongari

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top