Iklan
Nasional

Rhenald Kasali: Percuma Menutup Doli dan Alexis

Diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik/WA

JAKARTA – Kebijakan pemerintah dinilai belum lentur untuk menghadapi industri 4.0. Indonesia harus mengubah kebijakan dan fokus pembangunan agar tetap bisa beradaptasi dan bersaing

Guru Besar Fakultas Ekonomika Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan, ke depan arahnya berupa platform yang bersifat multi sisi. Dampaknya juga akan menghilangkan.

“2/3 pekerjaan akan hilang, tetapi jenis pekerjaan akan semakin banyak,” ujarnya dalam diskusi Penyiapan SDM dan Infrastruktur Pendukung Memajukan Industri yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi Politik, Rabu (4/4), di Jakarta.

Rhenald mengatakan, sekarang banyak aktivitas beralih ke internet. “Percuma menutup doli, alexis atau kramat tunggak (lokasi prostisusi). Beralih ke hp kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaleswari: Inpres 9/2017, Instrumen Kolaborasi Membangun Tanah Papua

Pada kondisi berubah itu, regulasi lama tidak bisa berlaku lagi. Perusahaan-perusahaan lama harus beradaptasi dengan kondisi itu agar bisa beradaptasi.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra dan Deputi III Kantor Staf Presiden, Deni Puspa juga menjadi pembicara dalam diskusi itu.

Deni Puspa mengatakan, Strategi Kementerian Perindustrian dan pemerintah pada umumnya sudah tepat. Dalam situasi berubah, tidak bisa membuat strategi spesifik. Pemerintah kembali ke dasar dengan membenahi sumber daya manusia, infrastruktur, dan regulasi.

Regulasi harus dibuat lentur agar bisa beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi. Jika regulasi terlalu kaku, Indonesia akan sulit bersaing. Padahal, daya saing amat dibutuhkan untuk mengembangkan industri. Penanam modal tidak mau datang ke daerah atau negara yang tidak berdaya saing atau kaku regulasinya.

Baca Juga:  Blusukan ke Pasar Bogor, Presiden Ingin Pastikan Harga Stabil

Industri perlu dikembangkan agar Indonesia bisa mengekspor. Indonesia butuh ekspor untuk mendapatkan valas. Pemerintah juga mengembangkan infrastruktur agar menunjang aktivitas industri. Tidak kalah penting, pembangunan sumber daya manusia. Sebab, SDM menjadi faktor pokok dalam setiap kegiatan industri dan sektor lain.

Eka mengatakan, kementerian perindustrian sudah tepat. Paling hal itu tercermin dari serapan tenaga kerja sektor manufaktur yang meningkat dari 16 juta menjadi 17 juta.

“Pemerintah sudah mulai membenahi kebijakan industri. Di masa lalu, industri dikembangkan terpisah dengan perekonomian lain,” tandas Eka.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top