Iklan
Panggung

Respons Narasumber FGD DKI Lampung Soal Dukungan Gubernur

Guru besar manajemen kehutanan FP Unila Prof Dr Sugeng Prayitno Harianto MS (dua dari kanan) dalam Konsilidasi Terbatas Panja FGD DKI Lampung pasca-Ratas Kabinet 29 April 2019 di Lamban Kuning, beberapa waktu lalu. Foto: Muzzamil

BANDAR LAMPUNG – Guru besar manajemen kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir H Sugeng Prayitno Harianto MS urun pendapat merespons positif pernyataan sikap Gubernur Lampung Ir H Arinal Djunaidi yang siap mendukung dan siap memperjuangkan pengusulan Lampung Ibu Kota Pemerintahan RI.

Dikonfirmasi lewat kanal WhatsApp di Bandarlampung, narasumber FGD DKI Lampung I Emersia, Selasa 15 Agustus 2017 ini menilai pernyataan itu bagian dari bukti pemimpin siaga mendengar dan menangkap aspirasi rakyatnya.

“Baguslah, berarti gubernur peduli dan memperhatikan keinginan warganya. Berarti betul-betul gubernur pilihan rakyat Lampung,” ucap mantan rektor Unila dua periode 2005-2015 itu, Jumat (14/6) pukul 12.54 WIB.

Baca Juga:  Empat Penulis Raih Hadiah Sastera Rancage 2019

Disinggung tenggat penetapan lokasi oleh Presiden Joko Widodo, dimana kans kandidasi Lampung juga turut berkejaran dengan waktu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Lampung Sai itu memberi saran, Gubernur go ahead.

“Gubernur (Arinal) kita minta agar presentasi kesiapan Lampung jadi ibu kota RI di depan presiden, kita (Tim #dkilampung, red) di belakangnya,” pinta Sugeng, menambahkan hal itu juga bagian bukti cintanya sebagai putra keturunan transmigran Jawa yang lahir dan besar di Pringsewu, Lampung, tumpah darahnya.

Narasumber FGD Emersia lainnya, pakar kegempaan Lampung Dr Any Nurhasanah MT, berpendapat, ia hanya melihatnya dari sisi kebencanaan saja. “Ya, Lampung memang rawan bencana gempa dan tsunami. Tapi bencana kan bisa dimitigasi. Resikonya bisa dikurangi,” doktor alumnus UGM ini, mengulang kajiannya.

Baca Juga:  Kalo Jadi Di Lampung, Gua Yang Di Kampung Jadi Anak Ibu Kota Dong..

Misalnya, imbuh dia, dengan infrastruktur yang mendukung, sistem peringatan dini, edukasi ke masyarakat, dan jalur-jalur evakuasi yang memadai.

Soal keterpilihan lokasi, yang bisa diusulkan gubernur kepada Presiden, apakah lebih spesifik ke zonasi geospasial timur Lampung dalam bentang Sumatera bagian timur, jawab dia masih sama dengan dua tahun lalu.

“Lampung Timur lebih aman,” sahut Ketua Pusat Studi Gempa dan Tsunami Universitas Bandar Lampung (UBL) ini, via WhatsApp, pukul 13.04 WIB.

Sementara, Ketua DPRD Lampung H Dedi Aprizal SKep Nurs MH, Jum’at, menyatakan, dirinya termasuk yang menginginkan penajaman kembali kajian komprehensif keunggulan kompetitif geostrategi Lampung dibanding provinsi kandidat lainnya.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi upaya dan harapan berbagai elemen masyarakat untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai provinsi alternatif pemindahan ibu kota negara RI,” tutur pemecah rekor perawat pertama yang mengetuai DPRD provinsi di Indonesia ini.

Baca Juga:  Menteri PPN/Bappenas Undang Relawan DKI Lampung, Bahas Ibu Kota Negara?

Mengatakan via WhatsApp, pukul 13.19 WIB, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung itu merujuk pula kelebihan itu ditinjau dari beberapa aspek, ketersediaan lahan, potensi ketersediaan SDM dan SDA, serta kemudahan konektivitas antar wilayah.

“Namun, perlu kajian lebih mendalam apa kelebihan Lampung terhadap provinsi-provinsi lain yang juga menyatakan siap atas pemindahan ibukota RI, sehingga bisa menjadi pertimbangan strategis,” tandas Dedi, salah satu narasumber FGD DKI Lampung II ITERA, 3 Oktober 2017 itu mengerucutkan.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top