Politik

Resmi di PAW, Riza Mihardi Ingin Koordinasi Bersama Eksekutif Lebih Terbangun

Anggota DPRD Lampung, fraksi Partai Golkar Riza Mihardi/

BANDARLAMPUNG – Resmi menggantikan posisi Miswan Rodi dari jabatan Komisi II DPRD Provinsi Lampung. Anggota fraksi Partai Golkar, Riza Mihardi, mengaku tak ada yang spesial dalam pergantian struktural di tubuh partai pohon beringin tersebut.

Kendati demikian, mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung dua periode ini meyakini, selama periode satu tahun kedepan menjabat, koordinasi bersama pihak eksekutif (Pemerintah Provinsi Lampung) bisa lebih ditingkatkan dan diperbaharui.

“Saya teruskan apa yang sudah dikerjakan oleh beliau (Miswan Rodi). Mana-mana saja yang harus ditingkatkan. Dengan kurun waktu kurang lebih satu tahun ini, kita lihat dulu mana yang harus dilakukan,” kata Riza, usai rapat paripurna DPRD dalam rangka pemberhentian dan pengangkatan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Lampung 2014-2019, Senin (15/1).

Baca Juga:  Program TOP 9, Partai Perindo Tubaba Fokus di Pileg 2019

Dirinya juga meminta, dukungan serta doa agar posisi yang diemban sebagai wakil rakyat ini memiliki rasa tanggung jawab.

“Dukungan kan harus ada. Kalau ditanya apakah saya maju pileg 2019 mendatang, Insya Allah maju kembali. Karena saya ingin memberikan kontribusi lebih besar melalui lembaga legislatif di pusat untuk Lampung,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, mengatakan, dengan adanya PAW ditubuh Partai Golkar ini, pemerintah berharap pihak eksekutif bersama legislatif bisa bekerja sama secara optimal sehingga membawa Lampung kedepannya lebih baik.

“Siapapun juga, dalam pergantian ini, kami (pemprov) harap banyak sinergitas yang bisa terbangun,” kata Hamartoni.

Dengan sinergitas yang terbangun, kata Hamartoni, mengartikan setiap program yang tertuang dalam dokumen APBD yang persetujuannya di DPRD dalam setiap tahapan-tahapan, bisa berjalan tanpa respon negatif.

Baca Juga:  KPU Bandar Lampung Umumkan Syarat Calon Perseorangan

“Sebagai contoh, pembahasan suatu produk peraturan daerah kan masih tergantung dengan kesepakatan pihak legislatif. Artinya, ada pemahaman dan cara pandang yang sama dari pihak legislatif dan eksekutif,” ungkapnya.

Untuk diketahui, PAW yang dilakukan oleh DPD I Partai Golkar ini, perihal tindakan Miswan Rodi yang memilih hijrah ke Partai NasDem.

Menurut Miswan, dirinya pindah dari Partai Golkar, karena saat ini di partai berlambang pohon beringin itu tidak memiliki kebersamaan.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top