Modus

Residivis Kasus Narkoba Dituntut 20 Tahun

Ilustrasi Sidang.

BANDAR LAMPUNG – Di Ruang Harfina Tumpa, terdakwa Feri Yanto, harus duduk di kursi Pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, atas perkara tindak pidana narkotika yang ia lakukan, dengan barang bukti sabu yang sebanyak 5 kilogram, Kamis (14/2).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Siti Insirah ini, Jaksa Agus Prambodo, membacakan tuntutannya untuk residivis kasus narkoba tersebut, dengan tuntutan  penjara 20 tahun, dan denda  1,5 milyar rupiah, dengan subsidair 6 bulan kurungan.

Tuntutan yang dibacakan jaksa ini, sesuai dengan hukuman maksimal yang diterapkan dengan menggunakan pasal 112 dan 114, undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika.

Sebelumnya diketahui, ayah 1 anak ini, didakwa atas kepemilikan sabu yang ia pesan melalui handphone kepada seorang narapidana LP Cipinang yang bernama Yusak, yang kemudian ia teruskan pesanan sabu tersebut kepada seorang bandar besar yang berada di Aceh.

Baca Juga:  Cabul, Dosen Unila Dituntut 2 Tahun Kurungan Penjara

Terdakwa sendiri pada sidang sebelumnya telah meminta maaf di hadapan majelis hakim, dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi, namun saat itu hakim tak percaya dengan ucapannya, sebab perkara ini selalu kembali ia lakukan, bahkan saat dirinya berada di dalam sel tahanannya.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada minggu depan, Rabu 20 Februari 2019, yang dengan agenda pembacaan nota pembelaan dirinya. (TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top