Modus

Residivis Asimiliasi kembali Mendekam di Mapolresta Bandar Lampung

Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Tim khusus anti bandit 308 Polresta Bandar Lampung, menggerebek rumah seorang residivis kasus pencurian sepeda motor di kawasan Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung.

Dari dalam rumah ini, petugas berhasil meringkus seorang pria yang menjadi target buruannya, lantaran teridentifikasi melakukan aksi pencurian barang berharga di rumah korban yang merupakan tetangganya sendiri.

Tersangka yang tak bisa berkutik lantaran sedang terlelap tidur di rumahnya ini kemudian digelandang polisi ke Mapolresta Bandar Lampung untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Dihadapan polisi, tersangka yang diketahui bernama Andri Gimun berusia 42 tahun ini, berdalih jika aksinya tersebut dilatar belakangi kebutuhan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap, setelah bebas dari penjara tiga bulan lalu melalui program asimilasi dari pemerintah.

Baca Juga:  Motor PNS Dinas PPPA Lamsel Raib Dibawa Pencuri

Bahkan dari catatan polisi, tersangka yang baru saja melangsungkan pernikahan pada pekan lalu ini sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus yang serupa.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana Zakaria, mengatakan, tersangka ditangkap lantaran teridentifikasi melakukan aksi pencurian di rumah korban yang merupakan tetangganya sendiri.

“Modus yang dilakukan tersangka dengan cara mendongkel bagian jendela untuk masuk kedalam rumah korban pada malam hari,” kata Kompol Resky Maulana Zakaria, Kamis (10/9).

Setelah berhasil masuk kedalam rumah korban, tersangka dengan leluasa mengambil barang berharga berupa ponsel genggam dan jam tangan serta satu unit sepeda motor milik korban yang diparkir di dalam rumahnya.

Baca Juga:  Masyarakat Minta Polres Waykanan Serius Tangani Pungli

Bersama tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel genggam dan jam tangan milik korban, serta satu unit sepeda motor hasil kejahatannya yang belum sempat dijual.

Atas perbuatannya tersebut, residivis asimilasi ini kembali harus mendekam di balik sel Mapolresta Bandar Lampung. Polisi bakal menjerat tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, serta terancam hukuman selama 7 tahun kurungan penjara.(TOM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top