Iklan
Bandar Lampung

Relawan Rajawali Beri Pelatihan Tanggap Bencana ke Tagana Lampung

kiri – Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, yang didampingi oleh Kabid Linjamsos Maria Tamtina, dengan Koordinator Tagana RRI Pusat drg. Kristian Huragaul, yang didampingi oleh Koordinator Tagana unsur Rajawali Lampung Billy Moningka/Ist

BANDAR LAMPUNG – Sebagai salah satu upaya pembinaan dan menambah kapasitas koordinasi sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Provinsi Lampung. Yayasan Relawan Rajawali Indonesia bermaksud melakukan pelatihan dasar Tagana Muda unsur Rajawali (Tagana RRI).

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, yang didampingi oleh Kabid Linjamsos Maria Tamtina, dengan Koordinator Tagana RRI Pusat drg. Kristian Huragaul, yang didampingi oleh Koordinator Tagana unsur Rajawali Lampung Billy Moningka, kemarin.

Baca Juga:  Warga Eks Pasar Griya Tak Lagi Menginap di DPRD Bandar Lampung

Sumarju mengatakan, Provinsi Lampung merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang rawan bencana alam maupun bencana sosial. Adapun jenis bencana alam yang sering melanda antara lain banjir, puting beliung, tanah longsor dan gempa bumi.

Selain itu, kata Sumarju, Lampung juga tengah dibayangi ancaman Gunung Anak Krakatau yang akhir-akhir ini aktif kembali yang dikhawatirkan apabila erupsi berpotensi tsunami.

“Rencananya Tagana RRI akan melakukan pelatihan bagi Tagana Muda sebanyak 70 orang. Ini akan sangat membantu Tagana yang sudah ada,” ujar Sumarju.

Sebagai informasi, Tagana Lampung memiliki 608 orang anggota. Hingga tahun 2018, Tagana Lampung telah melatih masing-masing 60 orang relawan ditingkat desa/kelurahan di 19 desa yang ditengarai rawan bencana. Kegiatan tersebut dikemas dalam satu kegiatan yang bernama Kampung Siaga Bencana (KSB).

Baca Juga:  Kawal Raperda Provinsi Lampung Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan

Dikatakan Sumarju, Tagana di Provinsi Lampung telah menunjukkan eksistensinya baik pada pra bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana.

“Saya berharap pelatihan Tagana RRI diarahkan ke daerah pesisir atau dengan sebutan Tagana Bahari. Hal ini mengingat SDM Tagana bidang bahari kita belum ada. Disamping itu panjang pantai di Lampung sekitar 1.100 km dengan jumlah pulau sebanyak 116 pulau,” ungkapnya.

Sementara Kristina Hutagaul menyampaikan terimakasih atas tanggapan positif dari Dinsos Lampung.

“Saya banyak terinspirasi setelah bertemu dengan Pak Marju (Sumarju), Tagana Bahari sangat penting mengingat negara kita (Indonesia) merupakan negara maritim dan tentunya ancaman tsunami cukup tinggi,” ucapnya.

Kristina mengungkapkan, pelatihan Tagana Muda direncanakan berlangsung pada 24-26 Juli di Mako Brigif 3 Marinir Piabung, Pesawaran. Dengan pelatih berasal dari Kemensos RI, Brigif 3 Marinir, Tim SAR Lampung.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top