Panggung

Rektor Unila: Lampung Punya Prasyarat Sangat Lengkap Jadi Ibu Kota Negara

Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir H Hasriadi Mat Akin MP memaraf Petisi Dukungan Pengusulan Lampung Ibu Kota Pemerintahan RI, di ruang kerjanya, Senin (24/9/2019). Foto: Ary Meizari | tim #dkilampung

BANDAR LAMPUNG — Lama ditunggu, Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir H Hasriadi Mat Akin MP, dengan disaksikan oleh Sekretaris Tim #dkilampung Ary Meizari Alfian MBA, terafirmasi menyatakan dukungan penuh terhadap usulan kajian ilmiah kesiapan Lampung sebagai alternatif lokasi ibu kota pusat pemerintahan negara RI pengganti DKI Jakarta.

Disambangi Ary di ruang kerjanya, Gedung Rektorat Unila, Jl Sumantri Brodjonegoro, Gedongmeneng, Bandarlampung, Senin (24/6), Hasriadi meneken Petisi Dukungan Lampung Ibu Kota Pemerintahan RI.

Selain memaraf petisi, Rektor Unila ke-6 kelahiran Kemantan, Kabupaten Kerinci, Jambi, 29 Juni 1957 itu juga berdiskusi dan nge-Vlog bareng Ary.

Berikut transkripsi vlog yang secara eksklusif dikirimkan ke dapur redaksi, Senin petang. Ary memula sapa. “Sore Prof. Apa komentar Profesor terkait, terkait dengan rencana perpindahan ibu kota khususnya ke Lampung?”

Baca Juga:  Anak Indonesia Belum Terbebas Dari Ancaman dan Kekerasan

“Ya, saya kira Lampung merupakan provinsi yang sangat dekat dengan Jakarta, dan mempunyai prasyarat yang sangat lengkap untuk dijadikan sebagai ibu kota negara,” tanggap Hasriadi, Guru Besar Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Bioteknologi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unila itu.

“Oleh sebab itu, saya kira perpindahan e.. ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Provinsi Lampung merupakan suatu hal yang sangat perlu kita pertimbangkan sesuai dengan keung.., kelebihan Lampung sebagai daerah yang sangat siap untuk menjadi ibu kota. Terima kasih,” mantan PR I Unila dua periode itu menegaskan.

“Oke, terima kasih Prof.,” balas Ary, berbusana serba putih, membersamai Hasriadi dengan setelan baju safari dalam vlog 46 detik itu.

Baca Juga:  Anak Penjual Dawet Raih Juara 2 MTQH Nasional

Sekadar pengingat, dua tahun silam, Rektor Hasriadi pada konferensi pers Dies Natalis Unila ke-52, Jum’at 22 September 2017, di Ruang Rapat Lt. 2 gedung rektorat kampus negeri tertua kebanggaan masyarakat Lampung itu turut menyinggung sikap Unila soal ramai wacana relokasi ibu kota negara.

Saat itu, pengguna randis BE 51 ini menjelaskan ketegasan sikap afirmatif civitas akademika Unila dengan ikut menyampaikan hasil kajian “Lampung Kawasan Timur Alternatif Pusat Pemerintahan Republik Indonesia” yang digagas akademisi kampus itu dihela koordinasi Laboratorium Politik Lokal dan Otonomi Daerah FISIP Unila.

Unila turut mencermati perkembangan wacana relokasi ibu kota negara ke luar Jakarta maupun luar Jawa. Sebab Jawa sendiri, sebut dia, mengalami kejenuhan sebagai imbas jumlah penduduk yang makin meningkat.

 

Sehingga, Hasriadi membacakan nukilan kajian tersebut, perlu adanya substitusi fungsi Pulau Jawa melalui penyebaran penduduk, perumahan, perkantoran, dan perdagangan. Lalu, pendistribusian yang strategis, mudah dicapai, berbea murah untuk mobilisasi orang dan barang.

Baca Juga:  Masa Jabatan Rektor Unila Hasriadi Mat Akin Berakhir Tahun ini

“Salah satu pulau yang dianggap layak yakni Sumatera di mana telah memiliki dasar jarak yang dekat dengan Jawa. Komposisi penduduk yang beragam, luas yang cukup signifikan yakni 3,5 kali luas Jawa, tanah yang subur, dan berada di jalur perdagangan,” tuturnya merinci beberapa aspek keunggulan geopolitik Lampung sebagai alternatif lokasi ibu kota pusat pemerintahan RI.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top