Iklan
Modus

Rektor Itera dan Pokja Dilaporkan ke Kejati Lampung

Ketua Laskar Tentara Langit, Ahmad Taufik Lubis, menyerahkan laporan bukti dugaan pemalsuan dokumen pemenang lelang proyek pembangunan Gedung Laboratorium Itera (Institut Teknologi Sumatera) Lampung, senilai Rp42 miliar, kepada Kejaksaan Tinggi Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Ketua Laskar Tentara Langit, Ahmad Taufik Lubis, menyerahkan laporan bukti dugaan pemalsuan dokumen pemenang lelang proyek pembangunan Gedung Laboratorium Itera (Institut Teknologi Sumatera) Lampung, senilai Rp42 miliar, kepada Kejaksaan Tinggi Lampung, Kamis (27/6), sekitar pukul 14.46 Wib.

Taufik meminta kepada Kejati untuk memproses secara hukum atas tindakan kejahatan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh PT Kembar Jaya Abadi sebagai pemenang lelang proyek, serta berharap bisa mengusut adanya keterlibatan Rektor Itera dan Pokja dalam permasalahan tersebut.

“Karena surat yang kami sampaikan ke Itera tidak ada tanggapan dari rektor dan Pokja terkait permasalahan pemenang lelang proyek pembangunan gedung lab 2 senilai 42 Milyar, dengan diduga adanya keterangan sedang tidak pailit si pemenang tender yaitu PT Kembar Jaya Abadi,”

Baca Juga:  Jatuh dari Motor Begal Asal Tanggamus Ditangkap

“Oleh sebab itu kami meminta kepada kejaksaan tinggi untuk memproses secara hukum tindak dugaan pemalsuan dokumen agar Itera dan pelaku kejahatan pemalsuan dokumen tersebut bisa diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia” ujar Ketua Laskar Tentara Langit Ahmad Taufik Lubis, saat ditemui usai menyerahkan berkas ke Kejati Lampung, Kamis (27/6).

Taufik menambahkan, langkah ini di ambil menyikapi permasalahan yang pertama ialah, surat yang sampaikan secara persuasif di Kampus Itera yang tidak diindahkan oleh Pokja dan Rektor Itera Lampung.

Kemudian menyikapi permasalahan aksi massa yang dilakukan oleh ormas di Kampus Itera beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 20 Juni 2019.

“Bukti yang kami bawa hari ini kami bersama teman-teman ormas telah mengkroscek ke pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dan ternyata PN Surabaya menyatakan benar bahwa bukti atau surat keterangan sedang tidak pailit yang dimiliki oleh PT Kembar Jaya Abadi adalah adalah palsu” pungkasnya.

Baca Juga:  Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti Perkara Januari hingga Agustus 2019

Sebelumnya diberitakan, sejumlah massa mendatangi kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Mereka menyoroti pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 2 yang diduga bermasalah.

Sempat terjadi dorong-dorongan antar massa pendemo yang memaksa masuk ke kampus, dengan security Itera yang dibantu oleh aparat kepolisian.

Akibat kejadian tersebut, satu besi portal kampus mengalami kerusakan.

Aksi puluhan massa yang tergabung dalam elemen masyarakat dan Front Mahasiswa ini dikawal ketat personel kepolisian dari Polres Lampung Selatan, Kamis (20/6) lalu.

Ketua Laskar Tentara Langit Ahmad Taufik Lubis usai orasi didepan kamus Itera Lampung menyatakan, adanya kejanggalan dalam pembangunan laboratorium, dan mendesak rektor transparan dalam penggunaan anggaran, khususnya terkait pembangunan gedung laboratorium.

Baca Juga:  7 Pemuda Kedapatan Hisap Tembakau Gorila

Kemudian meminta Polda dan Kejati Lampung menarik semua berkas lelang dengan dugaan tindakan pemalsuan.

Sementara itu, mewakili Rektor Itera Lampung, Kepala Bagian Umum dan Keuangan, Pujiono membantah adanya kejanggalan dari tender pembangunan gedung laboratorium senilai Rp42 Miliar yang dimenangkan oleh PT Kembar Jaya Abadi, yang diduga bermasalah oleh massa pendemo.

Menurutnya pemenang lelang tender sudah melalui proses klarifikasi sebelumnya, dan jika ada ketidakpuasan maka seharusnya diajukan pada saat masa sanggah.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top