Daerah

Rekayasa Kasus Percobaan Penculikan, 2 Siswa SDN 1 Kunjir Dipindahkan   

Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Amirico/Suluh/EDI

RAJABASA – Kasus percobaan penculikan terhadap anak  di bawah umur yang berinisial RN (10) dan DR (10) tahun, siswi SDN 1 Kunjir, Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), pada (29/1), lalu, ternyata merupakan rekayasa belaka si anak.

Hal itu terungkap saat pihak sekolah mengintrograsi keduanya, yang diketahui bahwa percobaan penculikan itu hanya cerita mereka saja alias tidak benar.

Hairuddin, Kepala SDN 1 Kunjir dan perwakilan dari para guru, juga meminta permohonan maaf kepada orang tua beserta siswi yang berinisial RN dan DR bila membuat RN dan DR tertekan akibat dari interogasi.

Selain itu Hairuddin juga meminta kepada pihak media, netizen baik di akun WhatsApp ataupun Facebook, agar tidak menyebarkan lagi video Interogasi yang memberikan keterangan tidak benar tersebut.

Baca Juga:  Korban Yang Tewas Tenggelam di Waykiri Ditemukan

“Kami pihak sekolah sangat berterima kasih dengan kedua orang tua murid, karena dengan baik hati dan  kemuliaan hatinya, serta lapang dada mau menerima permohonan maaf kami sekaligus sudah bersedia menyelesaikan masalah ini dengan keikhlasan dan cara kekeluargaan,” jelas Hairuddin.

Selain itu juga atas kejadian ini, dirinya berharap mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi dewan guru semuanya yang ada di Indonesia, terutama di SDN 1 Kunjir.

“Mohon dipetik hikmahnya, ternyata tugas seorang guru itu untuk mendidik serta mengajar bukan untuk menyelidiki kasus ataupun mengintrogasi,” paparnya.

Sementara itu, Nasrulloh, orang tua murid dari RN membenarkan bahwa permasalahan ini sudah selesai dengan cara kekeluargaan.

“Alhamdulillah permasalahan ini, sudah selesai tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun,” katanya.

Baca Juga:  Lampung Timur Bakal Miliki Makodim 0429

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Amirico, menyampaikan, mudah-mudahan permasalahan ini menjadi pembelajaran.

Dirinya juga sudah melakukan teguran keras kepada pihak sekolah dan dewan guru tersebut, agar kedepannya tidak sembarangan melakukan tindakan diluar kewenangan mereka, sehingga menimbulkan kerugian, kenyamanan bagi pihak lain seperti sekarang ini.

“Demi untuk kenyamanan siswi yang berinisial RN dan DR dalam melanjutkan pendidikannya, mereka dipindahkan ke sekolah terdekat yakni SDN 2 Kunjir,” Imbuhnya.

Diketahui, saat menyambangi kediaman siswi RN dan DR, Thomas Amirico, menyampaikan kepada orang tua dan siswi tersebut, bahwasanya akan memberi hadiah apabila RN dan DR bisa menghapal 10 ayat pendek dan masuk prestasi 5 (lima) besar pada bulan tiga ini.

Baca Juga:  Warga Desa Canggung Diduga Meninggal Akibat Covid-19

“Kepada orang tua, kami berharap meminta pemberitaan terhadap media bisa diredam dengan adem,” tandasnya.(EDI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top