Modus

Rekapitulasi Uang Suap Lampung Tengah

Rekapitulasi Uang Suap Lampung Tengah versi Mustafa/GUNG

Suluh.co – Meski sudah menjadi terdakwa dalam kasus gratifikasi, mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, membeberkan sejumlah alur pengeluaran uang ke berbagai pihak dari mantan kepala Dinas PUPR Taufik Rahman, yang diperuntuhkan untuk keperluan mahar politik pada Pilgub 2018 lalu dan keperluan pribadi dirinya saat menjadi Bupati Lamteng, pada Jumat (28/5).

Hal itu terungkap, saat kuasa hukum Muhammad Yunus menampilkan sebuah tabel di layar monitor, yang menurutnya itu di buat oleh terdakwa Mustafa.

Dalam tampilan tabel tersebut, tertulis file inout laporan 19 Januari 2018 senilai Rp5.730.000.000 dengan rincian.

Farid Alfauzi untuk rekomendasi partai Hanura Rp3 miliar, cicilan pembelian tanah Islamic Lamteng Rp2,5 miliar, operasional kejaksaan untuk stabilitas keamanan Rp100 juta, operasional kepolisian untuk stabilitas keamanan Rp60 juta, dan operasional TNI untuk stabilitas keamanan Rp70 juta.

Baca Juga:  Sekdes Tubohan Terindikasi Penyelewengan Dana Desa

Selain itu, tertera juga file out 1718 dengan nilai Rp5.180.000.000 pada layar tersebut, dengan kegunaan, pengeluaran fiktif yang hanya diketahui Taufik Rahman Rp2 miliar, temuan BPK ke kas daerah Rp600 juta, temuan BPK ke kas daerah Rp600 juta, cicilan pembelian tanah Islamic Lamteng Rp1,5 miliar, cicilan pembelian tanah Mako Brimob Rp100 juta, operasional kejaksaan untuk stabilitas keamanan Rp175 juta, santunan untuk tokoh NU Lamteng Rp25 juta, operasional kejaksaan untuk stabilitas keamanan Rp100 juta, hingga operasional kepolisian untuk stabilitas keamanan Rp80 juta.

Selanjutnya, tertangkap dilayar juga file dana Rusmaladi dengan keterangan, dobel pencatatan, pemakaian untuk kepentingan pribadi Rusmaladi (Ncus) Rp4 miliar, dan pemberian ke Natalis Sinaga DPRD Lamteng Rp100 juta.

Baca Juga:  Kasus Lampung Tengah, KPK Sudah Periksa 29 Anggota dan Pimpinan DPRD

Yunus mengatakan, jika dalam perkara ini, Mustafa akan koperatif untuk mengungkap hal yang belum terungkap dalam persidangan.

“Untuk uang saat ini ada yang belum dipulangkan, masih berada di orang yang menikmati, bukan di terdakwa Mustafa saja, dan juga terdakwa akan koperatif untuk mengungkap hal yang belum terungkap selama persidangan digelar,” tandasnya.

 

Reporter : Agung Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top