Iklan
Nasional

Rayakan Harkitnas, 111 Tokoh Deklarasi Kebangkitan Indonesia

E-flyer kegiatan 111 Tahun Deklarasi Kebangkitan Indonesia (1908-2019), Plaza Tenggara GBK Jakarta, Senin (20/5/2019)/Panpel/Istimewa

JAKARTA – Di tengah situasi politik nasional pascapemilu meruyak jelang Rapat Pleno Terbuka KPU RI tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota, serta Presiden dan Wakil Presiden RI Masa Bakti 2019-2024 pada Rabu 22 Mei 2019 mendatang, suluh raya peringatan 111 Tahun Hari Kebangkitan Nasional tetap marak dipersiapkan banyak pihak.

Salah satu rencana agenda yang bakal _eye catching_ dan menyedot senyawa visual publik adalah Deklarasi 111 Kebangkitan Indonesia 1908-2019.

Poster digital kegiatan bertajuk Deklarasi Kebangkitan Indonesia tersebut kini marak beredar di linimasa media sosial.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Optimistis, Peluang Pariwisata Sangat Besar

“Ayo Jadi Bangsa Yang Maju. Ayo Satukan Tekad Dan Tenaga,” ajakan magis panitia acara tertera disana.

Bobhil, narahubung acara, kepada redaksi membenarkan deklarasi yang akan menampilkan 111 deklarator itu akan dilangsungkan di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (20/5) mendatang pukul 15.00-17.00 WIB.

“Akan ada konferensi pers di jam 1 siang Pak. Tempatnya tidak jauh dari venue,” terang dia, dikonfirmasi Sabtu (18/5/2019), lewat kanal WhatsApp, pukul 19.14 WIB.

Acara, terang Bobhil, juga bakal diisi konser persembahan musisi Addie MS dan Twilite Chorus, plus senandung lantang biduan Lea Simandjuntak dan Landung Simatupang.

Per abjad, diantara deklarator yang terkonfirmasi panitia bakal hadir yakni arsitek Andra Matin, jurnalis foto Arbain Rambey, jurnalis Arief Zulkifli, novelis Ayu Utami, aktris Christine Hakim, fotografer Darwis Triadi, budayawan Goenawan Mohamad, Hemawan Tanzil, aktris Ine Febriyanti, Malik Sjafei Saleh, sutradara Nia Dinata, musisi Oppie Andaresta, Sandra Hamid, Sita Nursanti, sutradara Slamet Rahardjo Jarot, psikolog Tika Bisono, Wisnu Nugroho, dan lain-lain.

Baca Juga:  Parosil : Semangat Gotong Royong Warnai Hari Kebangkitan Nasional ke-111

Seolah hendak melarung hakikat, sisi epik sosiohistoris Hari Kebangkitan Nasional di tengah sulut bara upaya distorsi sumbu kebhinnekaan Indonesia, kalimat pengingat menjulang agregat, diruwat hebat penyelenggara. “Kita Bisa Berbeda-Beda. Tetapi Kita Semua Bersaudara.”(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top