Politik

Ratusan Timses Teriak Gemuruh, Saat Ikhwan-Andika Acung Jari Sepuluh

Biduan Andika Mahesa, membersamai caleg DPRD Lampung dapil Lampung Selatan Nurul Ikhwan saat konsolidasi timses se-Natar Raya, di Dusun 02, Desa Tanjungsari, Natar, Lamsel, Minggu (10/3)/Nurul Ikhwan

NATAR – Ada-ada saja. Jika banyak orang menghindari tempat buangan sampah, yang satu ini justru ingin jadi tong sampah. Siapa?

Adalah Nurul Ikhwan, caleg DPRD Lampung dapil Lampung Selatan (Lamsel) nomor urut 10, yang hari ini, Minggu (10/3), bergiat mengonsolidasikan tim pemenangan dirinya di lapangan Dusun 02, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, basis konstituen yang terbilang gemuk itu.

Di sana, calon anggota legislatif DPRD Lampung asal partai penguasa (the ruling party), PDI Perjuangan itu, memberanikan diri mendeklarasikan diri sebagai caleg ‘tong sampah’.

Baca Juga:  Pjs Gubernur Didik Sambangi Kantor KPU dan Bawaslu Lampung

“Ini bagian otokritik terdalam saya bagi hubungan politik rakyat dan wakilnya di parlemen. Tanpa keberanian, niat ini takkan terwujud. Sebab itu saya minta mereka (calon pemilih, Red) jadikan saya “tong sampah”, tempat mereka buang semua sampah, segala sesuatu persoalan yang ada pada saya jika saya terpilih-terlantik nanti,” kata dia.

Tak mau tanggung, Ikhwan -sapaannya, mengajak serta biduan kontroversial mantan vokalis Kangen Band, Andika “Babang Tamvan” Mahesa meramaikan suasana konsolidasi timses yang disebutnya tim Cahaya Persaudaraan. Jadilah Andika, magnitudo politik.

Melalui kanal WhatsApp, ketua ormas Repdem Lampung Selatan ini kepada redaksi mengatakan, ia menggelar pemantapan timnya ini sekaligus guna diajak melawan arus mapan pola relasi politik patron-client jadi pola kerja programatik penuh pemberdayaan.

Baca Juga:  Sepenggal Warna Rakernas Bravo-5

Salah satu pengurus Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo) yang fokus pemberdayaan digitalisasi ekonomi dan industrialisasi desa ini mengajak timsesnya terus meyakinkan pemilih untuk tanpa ragu meletakkan kepercayaan politik padanya.

“Di sisa waktu 33 hari jelang 17 April, pertarungan elektoral ini harus saya dan tim menangkan dengan gagah berani, terus bersama, bertanggung jawab. Kontestasi elektoral harus membahagiakan, bukan menggombali rakyat. Itu poin saya,” tutupnya, yang terpantau proaktif membantu program rehabilitasi sosial warga penyintas bencana tsunami Lampung Selatan, akhir tahun lalu itu.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top