Daerah

Ratusan Massa KPR Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Kesatuan Perjuangan Rakyat, menggelar aksi menolak merevisi UU Ketenagakerjaan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta/NUY

JAKARTA – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) melakukan demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR. Aksi ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya (16/8) massa buruh dibubarkan paksa oleh aparat, Kamis (22/8).

Dalam tuntutannya, KPR menilai upaya pemerintah dalam merevisi UU Ketenagakerjaan tidak terlepas dari pengaruh situasi ekonomi politik Internasional, dimana ada persekongkolan jahat antara kekuatan politik nasional dengan lembaga Imperialisme seperti IMF sebagai lembaga pemberi pinjaman ke negara berkembang dan  WTO sebagai lembaga pembuat perjanjian dagang di dunia.

Melalui dua lembaga itulah kapitalisme memepengaruhi kebijakan negara untuk menghisap menjarah menindas rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Anggaran PAD Lamsel Didominasi dari Dana Transfer Pusat dan DBH

Korlap Aksi, Abet Faedhatul, menyatakan bahwa revisi UU Ketenagakerjaan yang sudah sangat fleksibel dan menguntungkan pengusaha selama puluhan tahun. Adanya revisi UU Ketenagakerjaan yang kontroversial dinilai semakin memberatkan buruh Indonesia, karena memuat soal fleksibilitas status kerja dan fleksibilitas upah.

Turut hadir dalam aksi KPR puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Barisan Masyarakat Indonesia (BMI). Ketua umum SMI Ade Irawan menyatakan bahwa gerakan mahasiswa sudah sepatutnya mendukung perjuangan buruh untuk menolak revisi UU ketenagakerjaan.

Pasalnya, problematika isu ketenagakerjaan juga merupakan problem dari pelajar di masa depan.

Sementara itu, Ketua Kesatuan Perjuangan Rakyat Herman Abdulrohman, menegaskan bahwa UU Ketenagakerjaan yang sudah ada tidak berpihak kepada buruh Indonesia. Oleh karena itu, tuntutan KPR dalam aksi ini tidak sekedar menolak revisi, akan tetapi melawan UU ketenagakerjaan yang mengisap kaum buruh.(NUY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top