Iklan
Pendidikan

Rasionalisasi Anggaran Hambat SMA Gratis

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, menggandeng lembaga sertifikasi dan profesi dalam merealisasi gagasan pendidikan informal berbasis keterampilan.

Hal tersebut untuk mengantisipasi pelajar putus sekolah lantaran minimnya dana yang mengakibatkan terbitnya kebijakan rasionalisasi anggaran. Sehingga berdampak pada program pendidikan gratis tak berjalan maksimal tahun ini.

Tidak hanya dinas perindustrian, pemerintah provinsi juga akan menggandeng dinas tenaga kerja, koperasi, serta dinas pemuda dan olahraga.

“Pelibatan dinas pemuda dan olahraga dalam pendidikan informal berbasis keterampilan ini disebabkan jumlah angkatan muda yang memiliki potensi besar,” kata Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, Selasa (30/7).

Pemerintah lebih mendorong keikutsertaan lembaga profesi dan sertifikasi untuk berperan bersama organisasi perangkat daerah dan dinas – dinas terkait.

Baca Juga:  Merasa Dibohongi, Pegiat Seni Somasi Disdik Kota Bandar Lampung

Sebelumnya pemerintah provinsi mewacanakan pendidikan gratis untuk sekolah menengah atas (SMA). Namun program pendidikan gratis SMA ini terkendala oleh anggaran yang tersedia.

Bahkan dana BOSDA (Bantuan Oprasional Daerah) yang baru cair di 6 kabupaten, akan dicermati kembali karena adanya asumsi defisit anggaran. Namun, pada APBD-P 2020 mendatang, pemerintah provinsi berencana menambahkan dana Bosda.

Dari hasil kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, pemerintah provinsi ke depannya berencana memperbaiki kualitas sekolah yang ada dan menjali kerja sama dengan para pelaku industri  untuk melihat kebutuhan pasar.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top