Iklan
Politik

Rangkul KPK, Pilrek Unila Dianggarkan Rp137 Juta

Kabiro Umum dan Keuangan Unila, Sariman SH/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2019 – 2023, yang berlangsung sejak bulan Juli hingga November mendatang, menelan biaya Rp137 juta. Anggaran pilrek tahun ini meningkat dibandingkan pemilihan rektor empat tahun lalu.

Anggaran tersebut digunakan sejak tahap penjaringan mulai 12 Juli hingga 5 Agustus 2019, berisi agenda pendaftaran bakal calon rektor, seleksi administrasi dan penyerahan hasil seleksi administrasi kepada senat.

Kabiro Umum dan Keuangan Unila, Sariman SH,  menjelaskan, tahap penyaringan mulai 9 hingga 28 Agustus 2019, berisi agenda sosialisasi bakal calon rektor, debat kandidat dan penetapan tiga calon rektor pada 28 Agustus 2019.

Baca Juga:  KPK Banding atas Vonis Zainudin Hasan

“Tahap pemilihan mulai 2 hingga 12 September 2019, berisi agenda sosialisasi calon rektor dan pemilihan calon rektor,” jelas Sariman, Kamis (1/8).

Hingga saat ini, panitia pilrek Unila, melakukan evaluasi terhadap berkas pendaftaran kelima bakal calon rektor. Di antaranya Profesor Bujang Rahman, Irwan Sukri Banuwa, Karomani, Muhammad Kamal dan Profesor Satria Bangsawan.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya proses transaksional dalam tahapan pemilihan rektor, Ketua Senat Unila Profesor Heryandi, mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, melakukan pengawasan sesuai prosedur yang ada.

Untuk pilrek, Senat Unila membuka diri terhadap supervisi KPK.

“Hal ini sejalan dengan permenristekdikti bahwa calon rektor yang masuk tiga besar nantinya akan mendapatkan penilaian dari menteri,” kata Profesor Heryandi.

Baca Juga:  Mustafa Bisa Kampanye Tanpa Harus Izin

Dalam Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2019, disebutkan menteri melakukan penilaian atas calon tiga besar rektor bekerja sama dengan instansi lain seperti KPK, Kejaksaan dan Kepolisian, serta pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan atau PPATK.

Kerja sama antar lembaga ini untuk mengetahui rekam jejak calon rektor dan jika salah satu calon rektor terindikasi melakukan pelanggaran hukum maka pemilihan rektor akan diulang kembali mulai dari proses penjaringan.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top