Ekonomi

Rabobank Terjun Kembangkan Sektor Pangan dan Agribisnis

Jajaran Pimpinan Rabobank Indonesia, saat menggelar konpers seminar terkait dengan pemaparan hasil kajian kopi Indonesia tahun 2018, yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung/HI

BANDAR LAMPUNG – Rabobank Indonesia (PT. Bank Rabobank International Indonesia) menggelar seminar terkait dengan pemaparan hasil kajian kopi Indonesia tahun 2018, yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (1/8).

Penyelenggaraan seminar ini sejalan dengan misi Growing a Better World Together dan visi Banking for Food di mana Rabobank Indonesia siap berkontribusi untuk mengembangkan sektor pangan dan agribisnis.

Direktur Utama Rabobank Indonesia, Jos Luhukay, mengatakan, bahwa Rabobank Indonesia siap mendukung tujuan strategis pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dengan memberikan akses dana, akses pengetahuan, serta akses kepada jaringan Rabobank kepada para penggerak sektor pangan dan agribisnis.

“Rabobank Indonesia dapat mendanai seluruh rantai-pasok pangan dan agribisnis karena memiliki layanan perbankan korporasi yang membantu perusahaan besar dan perbankan bisnis yang melayani perusahaan kecil dan menengah. Rabobank juga berupaya mendorong tumbuhnya ekosistem usaha pangan sehingga tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memiliki informasi mengenai pasarnya,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Novotel Lampung.

Jos Luhukay menambahkan, selain memiliki Sector Manager di Indonesia yang melakukan analisis komoditas-komoditas utama, Rabobank Indonesia mempunyai akses pada pengetahuan mengenai pangan dan agribisnis yang telah dihimpun selama 120 tahun oleh Rabobank Group.

Baca Juga:  Jelajah Kopi Robusta Lampung Barat Bersama Toni Wahid

Rabobank Group adalah perusahaan induk yang berasal dari Belanda dan bermula dari koperasi petani.

Sementara itu, dalam presentasinya yang berjudul “The Story of Indonesia Coffee – 2018 Update ”, Sector Manager Rabobank Indonesia, Dr. Leo Mualim, mengatakan, kopi dapat tumbuh lebih baik di negara-negara yang dekat dengan ekuator.

Di Indonesia sebaran pertanaman kopi terbesar berada di pulau Sumatera (60%) diikuti dengan pulau Jawa (25%) serta Sulawesi Selatan (15%). Jenis kopi yang berada di Sumatera bagian utara adalah Arabika, Sumatera bagian Selatan adalah kopi Robusta sedangkan di daerah Jawa dan Sulawesi terdapat kedua jenis kopi tersebut.

“Produksi kopi Indonesia diperkirakan dapat mencapai 11.1 juta karung atau sekitar 743 ribu ton pada akhir tahun 2018, ini meningkat sebesar 42 ribu ton dari periode sebelumnya. Peningkatan ini 60% diantaranya adalah kopi Robusta” ungkapnya.

Leo menjelaskan, perkiraan ekspor di akhir tahun 2018 dapat mencapai 476 ribu ton. Pangsa pasar utama adalah ke negara Eropa, Amerika, Malaysia dan Jepang.

Adanya peningkatan penikmat kopi di kalangan menengah atas yang lebih menggemari kopi giling, kopi instan dan varian produk kopi RTD (ready to drink) menyebabkan perubahan pola konsumsi kopi di Indonesia.

Peningkatan konsumsi beberapa jenis produk ini juga didorong oleh peningkatan urbanisasi, adanya jaringan gerai pengecer (chain convenience store) dan kios ritel di pusat perkantoran dan perbelanjaan.

Baca Juga:  PT KAI Divre IV Tanjung Karang Promosikan Kopi Lampung

Teknologi dan inovasi dalam rantai kopi yang dikenal dengan teknologi disruptif (discruptive technology) dimana dengan adanya telepon pintar (smart-phone), petani kopi bisa mendapatkan informasi terkini (real time) mengetahui harga dan mencari pembeli sehingga rantai-pasok kopi menjadi lebih pendek.

Untuk rantai-pasok kopi, Rabobank Indonesia dapat menyediakan akses dana untuk pembelian bahan baku, modal kerja, investasi untuk membeli peralatan seperti mesin kopi atau pembelian gudang hingga pengadaan kendaraan pengangkut.

Selain itu, layanan trade financing, cash management dan internet banking yang dimiliki Rabobank Indonesia akan memudahkan pemilik usaha untuk mengelola arus kas, membayar gaji karyawan, membayar supplier, hingga melakukan kegiatan ekspor-impor yang berkaitan dengan usahanya.

Lampung menjadi lokasi penyelenggaraan seminar ini karena Lampung adalah salah satu propinsi penghasil Kopi Robusta terpenting di Indonesia.

Berdasarkan peringkat ekspor komoditas, Kopi merupakan komoditas ekspor ketiga terbesar di Lampung setelah Batu Bara dengan nilai ekspor sekitar USD 24,5 juta atau hampir 10% dari total nilai ekspor.

Komoditas ini disusul oleh Bubur Kayu/Pulp (USD 19,3 juta atau 7,87% total nilai ekspor), dan olahan dari buah-buahan/sayuran (USD 17,6 juta atau 7,16% dari total nilai ekspor).

 

Mengenai Rabobank Group

Rabobank Group adalah salah satu penyedia jasa keuangan internasional terbesar di Belanda yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip koperasi.

Baca Juga:  Lampung Barat Sabet Juara ke-3 di Kontes Kopi Spesialty Indonesia

Rabobank Group bermula tahun 1896 dari Cooperatieve Centrale Raiffeisen Bank di Utrecht dan Cooperatieve Centrale Boerenleenbank di Eindhoven yang didirikan oleh petani yang berjiwa pengusaha.

Rabobank Group kini beroperasi di 40 negara dan memiliki sekitar 40.000 karyawan. Rabobank Group mendapatkan peringkat kredit yang tinggi dari pemeringkat internasional yaitu A+ (Standard & Poor’s), Aa2 (Moody’s), AA- (Fitch Ratings) dan AA (DBRS).

Pada tahun 2008 Rabobank Indonesia mulai memberikan layanan Perbankan UKM dan Perbankan Komersial serta memiliki rencana untuk tumbuh cepat menjadi salah satu bank pangan dan agribisnis terdepan di Indonesia. Rabobank Indonesia hadir di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan melayani nasabah Perbankan Korporasi dan Perbankan Bisnis (Komersial dan UKM).

Turut hadir dalam gelaran acara tersebut, Head Of Transaction Banking Rabobank, Suriady Wutan, Regional Head Rabobank, Hartono Teguh Wijaya, Head Of Legal Corporate Secretary Rabobank Indonesia.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top