Iklan
Politik

Putusan DKPP Layaknya Dokter Tua Yang Pikun

Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB), saat menggelar aksi di depan kantor Bawaslu Provinsi Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG –  Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB), mengaku kecewa atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia terhadap beberapa komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung beberapa waktu lalu.

“Meski cukup kecewa terhadap putusan DKPP ini dengan adanya sanksi peringatan, tetapi saya tidak kaget atau terkejut ketika DKPP tidak memberhentikan komisioner Bawaslu Lampung atas pengaduan kami,” kata Koordinator KRLUPB Rakhmat Husein Darma Cane, Kamis (3/1).

Ada dua alasan dirinya tidak terkejut atas putusan DKPP itu. Pertama, Paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim dan Sugar Grup Comapnies sudah banyak menaburkan uang dari masa pendaftaran calon,  kampanye dan hari pencoblosan.

Baca Juga:  Puluhan Kades di Lampung Selatan Akui Terima 1 Juta Dari Tim Arinal-Nunik

“Tentu saja mereka tak akan segan untuk kembali mengeluarkan uang demi mengamankan hasil perolehan suara pilgub,” jelasnya.

Kedua, tenggat waktu sidang gugatan ini terlalu berlebihan, mengingat sidang perdana pada 6  september 2018. Kemudian, sidang putusannya  pada 2 januari 2019.

“Berbulan-bulan menunggu hasil putusan. Jadi tentu keputusan DKPP hari ini menurut saya penuh sandiwara dan rekayasa,” sindirnya.

Ia mengibaratkan DKPP tak ubah nya seorang dokter tua yang sudah pikun, tetapi masih ngotot ingin berpraktek. Kemudian, memberi obat, tetapi tidak bisa menyembuhkan.

Selain itu, fakta yang disampaikan dipersidangan dan hasil putusan banyak yang berbeda.

“Sayangnya hari ini, sesuai tatib DKPP, saya tidak boleh menanggapi hakim yang membaca putusan saat sidang berlangsung,” tandasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top