Ekonomi

Puskopdit Perkuat Gerakan Koperasi Kredit di Lampung

Ketua Puskopdit Caraka Utama FX Siman pada acara pembukaan menggelar Lokakarya Daerah (Lokda)/HI

BANDAR LAMPUNG – Pusat Koperasi Kredit(Puskopdit) Caraka Utama menggelar Lokakarya Daerah (Lokda) untuk memperkuat Gerakan Koperasi Kredit di Lampung, dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Standarisasi Koperasi Kredit.” Acara berlangsung di Hotel Nusantara Bandarlampung, Sabtu (21/4).

Ketua Puskopdit Caraka Utama, FX Siman, dalam sambutannya mengatakan, koperasi didorong untuk terus berkembang agar manfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dirasakan.

Puskopdit Caraka Utama memandang bahwa perlunya standarisasi bagi pengelola kopdit. Pendidikan atau pelatihan yang terstandar bagi pengurus, pengawas, manajemen maupun anggota harus terus dilakukan, sehingga pemahaman pengelola dan anggota tentang filosofi gerakan kopdit bisa sama.

Saat ini Information and Technology (IT) untuk perkoperasian yang berstandar juga terus diupayakan, karena cepat atau lambat jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka kopdit akan ditinggalkan oleh “generasi now”.

Baca Juga:  Bersiap Terima Varian Lanjutan Vivo V7 yang Keren

“Anggota dan Pengurus Koperasi harus mau mengikuti perkembangan zaman, atau bisa  dibilang melek teknologi. Hal itu perlu dilakukan agar anggota kopdit mampu bersaing dan tidak hanya tinggal generasi old,” ujar dia dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut.

FX Siman menambahkan, dalam Lokda ini, Puskopdit mengajak para pengurus, pengawas dan manajer koperasi kredit di Lampung untuk berdiskusi mengenai bagaimana membangun koperasi yang maju di bumi ruwa jurai ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bersama untuk penguatan gerakan koperasi kredit di Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Satria Alam, yang turut hadir di acara tersebut mengatakan, hingga kini kurang lebih terdapat 3.000 koperasi di Lampung yang telah berbadan hukum tidak sampai 50% yang mengadakan RAT di tahun ini.

Baca Juga:  DPRD Minta Disdag Lampung Gelar Operasi Pasar Jelang Ramadan

“Dan GKKI di Lampung, dari 41 anggota Puskopdit Caraka Utama, tahun ini hanya 63% (26 kopdit) yang melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Hal ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi khususnya kopdit mengalami pasang surut,” ungkapnya.

Satria menjelaskan, penyebab utama dari 27% kopdit yang tidak bisa mengadakan RAT tahun ini karena pengelola kurang fokus/serius dalam mengelola kopditnya sehingga usaha simpan pinjamnya tidak berjalan dengan baik.

“Beberapa indikatornya adalah kelalaian pinjaman cukup tinggi, pertambahan anggota lambat bahkan ada yang mengalami penurunan, terjadi rush atau penarikan simpanan tidak terkendali akibat kepercayaan anggota menurun, dan SHU menurun,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Koperasi dan UMKM mengapresiasi langkah Puskopdit Caraka Utama menggelar kegiatan Lokakarya Daerah (Lokda) ini.

Baca Juga:  JTTS Tekan Omzet, Penjual Kemplang di Jalan Lintas Sumatera Terancam Bangkrut

“Semoga dengan Lokda ini, dapat menghasilakan cita-cita yang diinginkan yakni memperkuat gerakan Koperasi Kredit di Lampung, agar masyarakat di Lampung semakin sejahtera,” tutupnya.

Perlu diketahui, dalam acara Lokda tersebut menghadirkan pemateri dari penggiat koperasi nasional ; Haryono Daud dan Yohanes De Deo Widyastoko. Pada Minggu 22 April 2018 juga akan digelar  Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top