Ekonomi

Pupuk Indonesia: Petani Harus Terdaftar e-RDKK untuk Dapat Pupuk Bersubsidi, PBL Lampung Siap Monitor

Ketua DPD Pejuang Bravo Lima Lampung Ary Meizari Alfian, S.E., M.BA. | PBL Lampung

BANDARLAMPUNG — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) induk klaster industri pupuk nasional PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan lagi, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menyebut itu, disalurkan sesuai alokasi tetapan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 27 Tahun 2020.

“Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan Perseroan secara tertutup sesuai alokasi,” keterangan tertulis Wijaya Laksana di Jakarta, pada Rabu 11 November 2020 lalu.

Dan, “hanya kepada para petani yang terdaftar dalam Kelompok Tani dan teregistrasi dalam e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian,” ujar Wijaya, mendampingi Direktur Utama Bakir Pasaman, dan Komisaris Utama Pupuk Indonesia Darmin Nasution.

Mengantisipasi kebutuhan petani yang kehabisan alokasi, ujar dia, Pupuk Indonesia pun telah menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi.

Di samping guna menghindari pupuk palsu, “Kami imbau petani yang sudah terdaftar dalam e-RDKK agar dapat menebus langsung pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi,” tegas dia. Wijaya merujuk itu semata agar petani memperoleh pupuk sesuai kualitas dan sesuai HET (harga eceran tertinggi).

Bagaimana langkah cerdas Perseroan lakukan deteksi dini dan pencegahan malapraktik penyimpangan? Tenang! Perseroan pun telah memiliki sejumlah strategi mencegah penyimpangan. Wah, bentar, bentar, ambil pena dulu.

Sudah? “Diantaranya, pencirian pupuk bersubsidi dengan warna khusus, Bag Code, termasuk penyaluran tertutup yang berdasarkan e-RDKK,” dua cirinya. Catet. Ada lagi?

Pupuk bersubsidi juga memiliki ciri pada kemasan karungnya. “Terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung bertuliskan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah’. Pada kemasan tercantum nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung dan memiliki Bag Code dari produsennya,” ciri ketiga. Mantap.

Dalam pelaksanaan penyaluran, Pupuk Indonesia didukung produsen pupuk nasional PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Kaltim, lima dari 10 entitas anak usahanya.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana: “Pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK, disalurkan sesuai alokasi tetapan pemerintah berdasarkan Permentan Nomor 27 Tahun 2020.” | Foto: PR Indonesia

“Selain itu, didukung juga oleh 1.226 mitra distributor dan 33.804 kios pupuk,” jelas Wijaya, se-Indonesia.

Baca Juga:  Suzuki New Carry Pick Up Generasi Baru Hadir Di Lampung

26 Agustus 2020, terkait perubahan susunan direksi dan komisaris anak perusahaan, Wijaya juga menyebut itu rotasi rutin dan mutasi biasa, demi percepatan proses transformasi bisnis Pupuk Indonesia hingga dapat menjadi perusahaan agro-solution kelas dunia.

Dikutip dari laman korporasi, diakses kembali Sabtu (14/11/2020), itu untuk pengembangan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan inovasi dan produktivitas anak perusahaan, sejalan pula kebijakan Kementerian BUMN dan rencana induk klaster BUMN Pupuk, sekaligus mendukung transformasi bisnis korporasi yang tengah berjalan.

Adapun, visi Pupuk Indonesia “Menjadi perusahaan agrokimia dan petrokimia kelas dunia yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan kebutuhan dunia.”

Portofolio korporasi yang mayoritas sahamnya dimiliki negara, secara bertumbuh terus menasbihkan diri jadi korporat produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri.

Olah data, seluruh produsen pupuk anak usaha Pupuk Indonesia, selaku penyalur pupuk bersubsidi berdasar penugasan perseroan, senantiasa berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran sampai ke petani sesuai prinsip 6 T. Tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

Bertugas taat asas, mereka mengklaim memedomani beleid pengatur sistem penyaluran. Baik syarat, tugas, dan tanggung jawab produsen, distributor, penyalur/pengecer, hingga kewajiban kepatuhan penerapan HET pupuk bersubsidi pada proses penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

Beleid dimaksud, Permendag Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian secara nasional dari Lini I-IV, dan Permentan 01/2020 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2020, jo Permentan 10/2020.

Baca Juga:  Silaturahmi Ramadan, Ketua PBL Bertemu Plt Kepala TVRI Lampung

Tambahan informasi, sepanjang 2019 Pupuk Indonesia membukukan Rp8,17 triliun setoran pajak dan dividen pada negara. Kontribusi pajak yang dibayar Rp7,28 triliun, naik 32,94 persen dari 2018, Rp5,48 triliun. Setoran dividen kas Rp973,5 miliar.

Total pendapatan usaha Rp71,3 triliun, dengan perolehan laba tahun berjalan Rp3,71 triliun, setara 103,01 persen dari target RKAP 2019 Rp3,60 triliun.
Total aset per 31 Desember 2019 mencapai Rp135,55 triliun atau 100,96 persen dari target RKAP 2019.

Kinerja anak perusahaan non-pupuk di bawah koordinasi Pupuk Indonesia jua meningkat. Yaitu PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Mega Eltra, dan PT Pupuk Indonesia Logistik. Go ahead, maju terus Pupuk Indonesia.

Apa kabar Lampung? Dari Bumi Ruwa Jurai, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung Ary Meizari Alfian, buka suara.

Bukan pengusaha pupuk tapi properti, pemilik hunian Emerald Hill Residence Telukbetung Timur Bandarlampung itu, selain acung jempol atas penegasan Wijaya Laksana, juga acungkan dua jempol atas kabar baik sebelumnya.

Yakni bahwa meskipun terkoreksi gegara pagebluk COVID-19, alokasi pupuk bersubsidi Lampung 2020 tetap jadi yang terbesar se-Sumatera.

“Pemerintah daerah dan seluruh rakyat Lampung, terutama rakyat petani dan pedesaan tercantum basis data e-RDKK Kementerian Pertanian, tentu saya yakini dan amini, apresiasi tingginya atas capaian ini,” keterangan tertulis Ary di Bandarlampung, Sabtu.

“Terima kasih, teghemo kasih, njengkepi parikan, nerima nihan, Presiden Jokowi, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Ketua Komisi IV DPR Sudin kebetulan dapil Lampung I, dan Pupuk Indonesia. Masuk tiga besar, Lampung monitor,” Ary mengapresiasi.

Asal tahu, sebelum jatuh pandemi, seperti bunyi Permentan 1/2020 tanggal 2 Januari 2020, Lampung dijatah 728.873 ton. Baik urea lewat Pusri, dan SP-36, ZA, NPK, dan pupuk organik melalui PT Petrokimia Gresik.

Dengan kuota itu, sisihkan Jawa Barat, masuk tiga besar nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, alokasi pupuk bersubsidi Lampung 2020 yang naik nyaris 50 persen dari 496.468 ton tahun 2019 lalu, tercatat perolehan alokasi terbesar sepanjang sejarah.

Baca Juga:  Hari ini, Diskoperindag Lambar Gelar Pasar Murah di 4 Kecamatan

Data e-RDKK Lampung sendiri, merujuk keterangan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi –juga didapuk ex officio Ketua Dewan Penasihat DPD PBL Lampung 2020-2025 ini, ada 640.502 petani.

Plus 344 petani non e-RDKK yang kemudian diintegrasikan dalam sistem Program Kartu Petani Berjaya (KPB), disitat dari Antara.

Seiring refocusing anggaran, realokasi
Lampung turun lumayan, jadi 543.965 ton. Raihan alokasi ini tetap terbesar sepanjang sejarah. Total tersalur di 15 kabupaten/kota hingga akhir Oktober, telah 80 persen.

“Kepada petani penerima, saya pesan anutilah penjelasan pemerintah bahwa penetapan alokasi pupuk bersubsidi per provinsi mengacu pada rata-rata realisasi penyaluran kurun lima tahun terakhir per provinsi per jenis, melihat data e-RDKK, dan status hara P dan K hasil kajian dari Balitbang Pertanian,” ujar Ary Meizari, soal bahwa tanah kini sudah jenuh sehingga kedepan pupuk SP-36 dan ZA kemungkinan dikurangi, dialihkan ke Urea dan NPK, mengutip Sarwo Edhy, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, awal November lalu.

Satu lagi, langkah mitigatif yang tak banyak pihak apresiasi, selain opsi percepatan masa tanam padi guna imbangi kebutuhan prima prinsip 6T, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan, berusaha betul jaga keberdayaan terus bina sedikitnya 190 desa lumbung pangan Lampung, dari total 2.640 desa/pekon/kampung/tiyuh/kelurahan se-provinsi populasi 9,63 juta jiwa penduduk 32 etnis ini.

Dari itu terus semangat Bapak dan Ibu Tani. Jaya Petaniku, Jaya Lampungku, Jaya Indonesiaku! Salam Indonesia Maju! [red/rls/PIG/Antara/Muzzamil]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top