Ekonomi

Pulau Legundi Bakal jadi Sentra Produksi Garam Nasional

Petambak garam/Ilustrasi

PESAWARAN – Provinsi Lampung, kini memiliki pabrik garam kristal, yang dimulai dari Dusun Labuhan Agung, Pulau Legundi, Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Di bawah Koperasi Terang Garam Indonesia, industri garam kristal ini merupakan yang pertama di Pulau Sumatera.

Dengan potensi wilayah lautan yang cukup luas dan sebagian besar wilayah pesisir yang masih bersih dan memiliki tingkat kepekatan air laut yang baik, Lampung menjadi salah satu tempat yang mampu memproduksi garam skala nasional.

Sejauh ini, Indonesia sanggup menghasilkan 1 ton per tahun dan Pulau Madura tercatat pensuplai terbesar dengan memproduksi 280 ribu ton.

Nantinya, jumlah tersebut akan dibayangi produksi dari garam Pulau Legundi yang diproyeksi menghasilkan 121 ribu ton per tahunnya.

Untuk menjangkau pulau ini, dibutuhkan waktu sekitar dua jam penyeberangan laut menggunakan kapal motor nelayan dari Dermaga Ketapang, Punduh Pidada, Pesawaran.

Baca Juga:  Umat Kristiani Asal Pesawaran Terancam Tak Bisa Masuk Yerusalem

Indusri garam kristal yang memiliki kualiatas tinggi ini menggunakan metode pengeringan yang dipakai pertama di Sumatera.

Warga Pulau Legundi, memakai sistem prisma berupa kolam pengolahan garam yang diberi atap plastik dari rangkaian bambu berbentuk prisma dengan ukuran 10 x 100 meter.

Cukup disinari matahari dalam tempo 2 jam, mampu terus produksi pada saat hujan.

Produksi garam yang dihasilkan oleh Koperasi Tegarindo saat ini adalah garam kristal foodgrade dengan standar konsumsi dan industri serta kadar NACL 95%. Diproduksi dengan menggunakan teknik prisma, garam di atas lahan percontohan seluas 2500 meter per segi ini mampu menghasilkan 1 ton garam perhari.

Memulai dari lahan 2.500 meter dan bertarget hingga 20 hektare ke depannya, warga Pulau Legundi  berkomitmen untuk swasembada serta mencukupi kebutuhan garam di Provinsi Lampung, bahkan target memberikan pasokan kebutuhan garam skala nasional.

Baca Juga:  OJK Tunjuk Asosiasi Fintech Indonesia Sebagai Asosiasi Penyelenggara IKD

Tim ahli Koperasi Tegarindo, Arifin, menjelaskan, kelancaran program Lampung swasembada garam sebagai target jangka menengah, serta Indonesia bebas garam impor untuk jangka panjang.

“Ini merupakan komitmen koperasi tegarindo dan masyarakat pulau legundi untuk terus mengembangkan industri garam laut di pulau legundi,” jelas Arifin, Sabtu (21/12).

Sementara itu, Ketua Koperasi Tegarindo, Firman Jaya, mengatakan, industri garam Pulau Legundi ini merupakan momentum gerakan ketahanan pangan nasional.

“Lampung turut menjadi pioneer dari Pulau Sumatera dan siap bersinergi dengan pemerintah untuk  mewujudkan tahun 2021 indonesia bebas garam impor,” harap Firman.

Terpisah, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, berharap, kedepannya Koperasi Tegarindo memiliki target untuk membuka lahan budidaya garam seluas 15-20 hektare mengingat kebutuhan garam konsumsi dan industri berdasarkan data yang diperoleh dari disperindag Provinsi Lampung adalah sebesar 121.271 ton per tahun.

Baca Juga:  Kades Cipadang Dilaporkan Ke Inspektorat Dengan Dugaan Penipuan

“Dengan berjalannya program budidaya garam berkualitas di Lampung, diharapkan membawa dampak yang sangat luas guna penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir,” jelas Bupati Dendi.

Disisi lain, juga menjadi harapan baru bagi petani dan nelayan serta kebermanfaatan lainnya dari sektor industri dan investasi yang tentunya tetap mengusung tema ekonomi kerakyatan.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top