Ekonomi

PT Sulocto Jaya Abadi dan BKP Kelas I Eskpor Kopi Biji asal Lampung ke Algeria

Head of Buying Station PT. Sulotco Jaya Abadi, Moelyono Soesilo/LS

BANDAR LAMPUNG – PT. Sulotco Jaya Abadi, bersama Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung melakukan pelepasan Ekspor Kopi Biji Asal Lampung ke Algeria, Senin (5/8).

Pelepasan ekspor komoditi unggulan dari Lampung tersebut adalah bagian dari program percepatan  ekspor komoditas pertanian oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto ini, juga dilakukan pelepasan ekspor beberapa komoditi lain seperti lada yang diekspor ke India, buah nanas yang diekspor Tiongkok dan Saudi Arabia, dan kelapa serut yang diekspor ke Jerman.

Head of Buying Station PT. Sulotco Jaya Abadi, Moelyono Soesilo,  menyatakan kebanggaan atas pencapaian ini, sekaligus harapan agar ekspor biji kopi Indonesia tetap bisa dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan.

Baca Juga:  Pertamina Kehabisan Akal Tahan Harga Pertalite

“Semua pencapaian yang telah kita raih hari ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh stake holder, mulai dari pemerintah, pengusaha, dan petani. Kerjasama seperti ini sangatlah penting untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan target ke depannya,” kata Moelyono.

Selain tiga kontainer berisikan 960 karung biji kopi robusta  dengan berat total 57,6 ton yang diekspor menuju ke Algeria ini, PT. Sulotco Jaya Abadi telah beberapa kali melakukan ekspor biji kopi ke berbagai negara di dunia.

“Sebagai bagian dari Kapal Api Group, PT. Sulotco Jaya Abadi pada tahun 2018, telah mengekspor sekitar 1.300 ton. Tahun 2019 ini sampai dengan bulan Juli, telah mengekspor sebesar 1.500 ton. Kami menargetkan hingga akhir 2019 akan mengekspor sekitar4000 tondengan negara tujuan ekspor adalah Amerika, Eropa dan Asia,” rinci Moelyono.

Baca Juga:  TDM Kenalkan All New Honda PCX Hybrid

Sulotco Jaya Abadi yang bergerak di bidang perkebunan dan pemrosesan biji kopi arabika di daerah Toraja, mulai Mei 2018 juga memiliki divisi buying station yang ditujukan untuk pembelian dan pemrosesanbiji kopi robusta.

“Buying station ini kami bentuk tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dari group sendiri yaitu PT Santos Jaya Abadi, melainkan juga untuk mengembangkan pasar ekspor, sehingga dapat lebih memperkenalkan keunggulan kopi produksi Indonesia ke mancanegara,” kata Moelyono.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top