Modus

PT. MPM Diduga Gunakan Jasa Preman Untuk Tarik Kendaraan

Ist

BANDARLAMPUNG – PT. Mitra Pinasthika Mustika (MPM) Finance, di Jalan Arif Rahman Hakim, Kali Balau, Bandarlampung, diduga menggunakan jasa preman untuk merampas kendaraan konsumen yang telat bayar.

Hal ini dikeluhkan salah satu konsumen yang bernama Musfiran. Dia menceritakan, kendaraannya jenis kijang Inovva,telah diambil paksa oleh sekelompok orang yang mengaku dari MPM, pada Jum’at (9/2) yang lalu.

“Ya, memang benar, mobil saya dicegat dijalan didaerah way kandis. Waktu itu mobil inovva saya sedang dipakai keponakan untuk mengurus persiapan pernikahannya.Tiba-tiba datang sekelompok orang yang berjumlah kurang lebih 13 orang dengan mengendarai 3 motor dan 2 mobil menyetop mobil yang dikendarai keponakan saya Reza, meraka langsung memaksa Reza keluar dari mobil dan mengambil konci kontak. Karena jumlah mereka banyak, Reza ketakutan dan menuruti kemauan meraka dan membawa mobil ke kantor MPM yang terletak di Kali Balau,” kata Musfiran geram, Senin (5/2).

Baca Juga:  Mukhlis Basri Dituntut Minta Maaf Secara Terbuka

“Salah satu dari mereka memaksa Reza untuk menandatangani surat serah terima kendaraan, namun Reza menolak. Kemudian Reza menelpon dirinya. ”Om orang ini maksa saya untuk tandatangani surat serah terima,” saya jawab jangan dulu.

Ahirnya, melalui smartphone Reza, orang tersebut bicara dengan dirinya. ”Ini pak musfiran ya, saya jawab, benar. “Saya dari MPM pak, mobil bapak sudah ditangan kami, bisa gak bapak lunasin tunggakannya,” saya jawab nanti awal maret, mereka memberi saya waktu satu minggu.Kemudian mereka minta saya untuk datang kekantor MPM.

Sekitar jam 4 sore, terang Musfiran, dirinya tiba di kantor MPM untuk menanyakan permasalahannya. Namun tidak ada satupun pimpinan atau stafnya yang bisa ditemui. Bahkan, resepsionisnya mengatakan, semua sedang diluar kantor.

Baca Juga:  Warga OKU Disidang Lantaran Bawa 4 Ton Daging Celeng

“Sampai sekarang mas, tegas Musfiran kesal, mobil saya itu belum ada kejelasan, soal penarikan itu belum ada surat pemberitahuan sebelumnya, tapi yang saya heran ada surat kerumah,memberitahukan kalo saya harus melunasi seluruh hutang plus denda di leasing senilai Rp207 juta dan diberi waktu 7×24 jam. Sedang surat tersebut saya terima 2 hari sebelum jatuh tempo,” ungkapnya dengan nada marah.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Muklis pihak dari MPM enggan memberikan keterangan terkait perampasan kijang Inovva menggunakan jasa preman dari konsumen Musfiran.

“Biar jelas ngobrolnya datang saja kekantor kami,” jelasnya melalui pesan singkat WhattApp.(REd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top