Bandar Lampung

PT KAI Tanjungkarang Usir Paksa Warga Pasir Gintung

Manager Humas PT KAI Tanjungkarang, Sapto Hartoyo, memaksa masuk dengan melompati pagar/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Warga Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, terpaksa merelakan rumah yang telah dihuninya selama puluhan tahun diambil alih, Kamis (27/2) pagi tadi.

PT KAI Tanjungkarang menyiagakan satu unit alat berat belco dengan pengamanan dari TNI Polri, untuk mengusir paksa Sariaman Ginting dan istrinya Wiwid Barus dari kediamannya yang beralamat di Jalan Manggis Nomor 14 Pasir Gintung.

Manager Humas PT KAI Tanjungkarang, Sapto Hartoyo, mengatakan rumah yang dihuni Sariaman Ginting merupakan aset PT KAI.

“Kami mempunyai bukti kepemilikan atas rumah tersebut berdasarkan grondkaart dan telah terdata sebagai aktiva (harta tetap) tetap PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang,” jelas Sapto.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Siapkan Jalan Tol Trans Sumatera Hadapi Arus Mudik Lebaran

Pada awalnya rumah nomor 14 tersebut adalah rumah dinas khusus pegawai yang dihuni keluarga Barus dan telah diserahterimakan kepada PT KAI sejak tahun 2015 lalu.

Namun, setahun kemudian kembali dihuni oleh anak anaknya hingga kini.

“PT KAI telah memberikan peringatan agar mengosongkan rumah tersebut karena terhitung sejak 2016 hingga 2020 keluarga Sariaman menunggak tidak membayar kontrak kepada PT KAI dan telah menjadi temuan BPK dengan nilai Rp113 juta,” papar Sapto.

Aksi pengusiran paksa keluarga Sariaman Ginting mendapatkan pendampingan dari tim LBH Bandar Lampung.

Sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas, namun Sariaman Ginting bersama istrinya Wiwid Barus terpaksa merelakan bangunan seluas 44 meter persegi dan tanah seluas 529 meter persegi diambil alih PT KAI.

Baca Juga:  Wagub Nunik dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi

Saat ditemui dilokasi, Sariaman Ginting menyesalkan pengusiran paksa yang dilakukan oleh PT KAI.

“Rumah yang kami huni ini tidak sesuai dengan rumah yang disebut dalam grondkaart,” kata dia.

Sesuai identitas KTP Elektronik yang dimiliki Sariaman Ginting, rumah yang dihuninya beralamat di Jalan Manggis Nomor 14.

Sementara dalam grondkaart PT KAI disebutkan rumah yang menjadi aset adalah jalan manggis nomor 86 a.

Istri Sariaman Ginting, Wiwid Barusm saat ditanyai awak media terlihat masih syok atas peristiwa yang dialaminya.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top