Iklan
Daerah

PT KAI Divre IV Cek Jalur Lintas Daerah, 3 Titik Masih Rawan Bencana

PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang melakukan cek lintas di daerah rawan bencana/Istimewa

WAYKANAN – Menjelang angkutan Natal 2018 dan Tahun baru 2019 (nataru), PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang melakukan cek lintas di daerah rawan bencana.

“kita lakukan ce,k ini dari ruas, Blambangan Umpu – Giham Waykanan, sampai Gilas Martapura Ogan Komering Ulu Sumatra Selatan. Semoga selama nataru tidak ada kendala yang dapat menghambat laju dari kereta api,” ujar Deputi EVP PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Tamsil Nurhamedi, di Blambangan Umpu, Sabtu (8/12).

Pengecekan lintas rel ini dengan cara berjalan kaki untuk melihat titik-titik daerah rawan bencana seperti longsor, banjir atau lainnya. Pengecekan ini di mulai dari ruas rel Blambangan Umpu sampai Giham Waykanan (tempat longsor beberapa hari lalu) hingga gilas Martapura Oku.

Baca Juga:  LSM Nawa Cita Soroti Biaya Bimbingan Teknis dari Apdesi Tulangbawang

Selain itu, pengecekan jalur lintas kereta api  ini dilakukan untuk memastikan kehandalan prasarana kereta api.

“Setelah kita cek secara bersamaan, ternyata ada 3 titik daerah rawan bencana alam salah satunya longsor,” katanya

Tamsil mengatakan, menjelang masa angkutan nataru yang bersamaan dengan musim penghujan di Divre IV, terdapat sebanyak 3 titik daerah rawan bencana alam.

Daerah-daerah rawan tersebut antara lain titik rawan longsor di Km 167+400 s.d 168-800 antara Way Tuba-Negeri Agung, titik rawan amblas di Km 208+700/800 antara Gilas-Martapura dan Km 212-800 900 antara Gilas-Spancar.

“Untuk mengatasi jika terjadi bencana, maka Divre IV telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) antara lain, berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambal rel, dan keperluan lainnya di titik-titik yang telah ditentukan,” ungkapnya

Baca Juga:  Divre 4 Terjunkan 65 Atlet Berlaga di Porka 2018 Bandung

Untuk meengantisipasi hal tersebut, Divre IV telah menyiagakan petugas posko di daerah rawan sebanyak 804 personil di lintas Tarahan-Tanjung Rambang, dengan perincian 724 personil posko di daerah rawan, ditambah 30 personil Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, dan 28 personil Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau Peristiwa Luar Biasa (PLH) yang menghambat perjalanan kereta api.

Tamsil mengharapkan, dengan penambahan jumlah PJL ditingkatkan, PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna Jalan, untuk tetap mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang.

Berdasarkan undang-undang no.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan Jalan raya.

Baca Juga:  Usai Libur Lebaran Pemkab Tulangbawang Monitoring ASN

Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang. Pada 2016 terjadi kecelakaan, 2017 tercatat 44 kecelakaan, dan per-30 November 2018 telah terjadi 39 kecelakaan.

Demi mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, diperlukan  kesadaran seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama di perlintasn kereta api.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top