Daerah

Proyek Satu Miliar di Jalur Dua Menggala Ditanami Pohon Singkong  

Jalan berlubang di Jalur Dua Menggala/Istimewa

Suluh.co – Jalan berlubang di Jalur Dua Menggala milik Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pemerintah Provinsi Lampung yang hingga saat  ini tak kunjung  diperbaiki atau dipelihara oleh  pihak rekanan membuat warga  kesal.

Sejumlah  warga tanami lubang jalan dengan pohon  singkong, mereka (warga) beralasan hal tersebut dilakukan  sebagai bentuk  protes warga terhadap Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Lampung yang  terkesan melakukan pembiaran terhadap pihak rekanan.

Abri, mengatakan jika Jalur Dua Menggala baru  selesai diperbaiki sekitar November 2020 lalu, namun  kondisinya saat ini sudah mengalami kerusakan.

Selain bergelombang, terdapat  lubang  yang menganga dengan diameter 80 centimeter persis berada ditenggah jalan.

“Ini bahaya bagi pengendara, apalagi malam hari  atau saat turun hujan, lubang tidak  akan  terlihat. Daripada membahayakan lebih baik kami tanami batang singkong, supaya pengendara dari kejauhan bisa melihat,” ujarnya.

Baca Juga:  200 Tenaga Pendidik di Tulangbawang Ikut Forum Ilmiah Guru 2018

Menurutnya sejak dimulainya perbaikan jalan, pihak rekanan banyak mendapat protes dari warga lantaran kualitas pekerjaan diragukan.

Bahkan sejumlah anggota DPRD turun ke lokasi dan menegur pihak rekanan agar pekerjaan mengutamakan kualitas dana kuantitas.

Untuk itu warga mendesak agar dinas PU BMBK Pemprov Lampung segera menegur pihak rekanan untuk memperbaiki jalan Jalur Dua Menggala.

Menurut data yang dihimpun, proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Gunung Sakti senilai Rp1,766 miliar dari APBD Pemprov Lampung tahun anggaran 2020, melalui Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi, dengan Konsultan Pengawas PT. Sumber Daya Teksindo.

Dalam pengerjaanya jalan, tersebut mendapat protes warga lantaran dinilai rendahnya mutu kualitas pekerjaan.

Baca Juga:  DPD AJO Indonesia Wilayah Lampung Resmi Dilantik

Proyek yang berlokasi di Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, dikerjakan oleh CV. Dokoba Corp dengan Nomor Kontrak: 02/KTR/LINK.085.11.K/RJ-TB K.15/V.03/IX/2020.

Warga memprediksi jalan hotmix ini tidak akan bertahan lama mengingat ketebalan hotmix tidak memenuhi standar berkisar 3 sampai 4 centimeter. Padahal jalan ini merupakan akses utama menuju exit tol.

Hal tersebut pernah diperdebatkan warga dengan konsultan CV. Dakoba Corp, namun sangkaan warga dibantah.

Menurut rekanan ketebalan hotmix tidak bisa disesuaikandengan rencana kerja karena terkendala lapisan aspal.

Hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pemprov Lampung, maupun pihak CV. Dokoba Corp belum bisa dihubungi untuk diminta tanggapanya terkait dengan pemberitaan ini.

 

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Tarahan Akibat Rem Blong

Reporter : Murni

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top