Bandar Lampung

Program Petani Berjaya, Kerdilkan Pelaku Usaha di Laut dan Sungai

Nelayan Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Ketua Umum DPP Lembaga Aspirasi Rakyat (Aspira) Lampung Ashari Hermansyah, mengkritisi program kerja Gubernur Lampung Arinal Djunaidi soal Lampung Berjaya. Lantaran muncul kesan yang difokuskannya hanya petani. Yaitu petani berjaya.

“Padahal provinsi ini berkategori maritim. Bila petani yang diprioritaskan, bagaimana dengan nelayan? Program tersebut harus dievaluasi agar tak muncul kesan pengkerdilan bagi pelaku usaha di perairan laut dan sungai,” kata Ashari Hermansyah, saat mengunjungi Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Barat, Rabu, (28/8) kemarin.

Sejauh ini, nelayan-nelayan di pesisir bagian barat (Pesawaran-Tanggamus- Pesibar), timur (Mesuji-Lamtim), selatan (Bandarlampung-Lamsel), dan sungai-sungai besar antara Lampura, Lamteng, Tulangbawang, Lambar, Pringsewu, hingga Waykanan, berangsur-angsur meninggalkan profesinya.

Baca Juga:  3 Mobil Tabrakan Beruntun di TPU Bakung

“Banyak dari nelayan-nelayan ini memilih menjadi pemandu wisata hingga ke luar negeri untuk menjadi TKI. Mengingat tak ada perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah terhadap kelangsungan hidup mereka,” ungkapnya.

Pada sisi lain, potensi sumber daya laut serta sungai sangat berlimpah. Dan ini dimanfaatkan oleh nelayan dari luar Lampung. Seperti Sumsel, Jawa, hingga Sibolga Sumatera Utara. Sementara warganya seolah menjadi tamu di rumah sendiri.

Fakta inilah yang menyebabkan tingginya harga ikan karena hasil tangkap para nelayan tersebut hanya sebagian kecil yang dipasarkan di Lampung. “Ini bentuk penjarahan yang tak disengaja karena kemampuan nelayan lokal lumpuh,” tukasnya.

Terkait hal tersebut dia bersama jajarannya akan mendesak pemkab, pemkot, dan pemprov, untuk selekasnya mengambil langkah-langkah efektif dan berkesinambungan sebelum kondisi bertambah parah.

Baca Juga:  Petani dan Nelayan Kesal Dengan Bupati Winarti

“Sepertinya para kepala daerah di Lampung ini harus digebrak,” kata Ashari.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top