Ekonomi

Program Magang Kerja Tekan Angka Pengangguran

Kegiatan pemagangan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Tahun 2018/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Guna lebih meningkatkan daya saing dalam bidang ketenagakerjaan baik dalam aspek lokal, nasional, hingga mancanegara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, meminta agar program kerja yang dilakukan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bisa menyentuh langsung terhadap peningkatan kemampuan masarakat.

Diantara program tersebut adalah, melalui skema pemagangan diberbagai perusahaan serta pelatihan berbagai kejuruan di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Hery Suliyanto, menjelaskan, dengan adanya program pemagangan sesuai dengan jurusan masing-masing, maka diharapkan para tenaga kerja betul-betul sudah sangat siap ditempatkan diberbagai perusahaan.

“Dalam hal ini kita (Pemprov Lampung) kan bermitra dengan perusahaan. Bila tidak, nanti kita tidak tahu apa yang diperlukan serta diberikan kepada perusahaan. Dengan adanya pelatihan dan pemagangan, kita titipkan kepada mereka, tapi rata-rata diatas 70 persen, kalau bagus bisa menjadi pegawai tetap. Tapi ini juga disesuaikan dengan kebutuhan,” papar Hery, di Ruang Abung, Kantor Pemprov Lampung, Selasa (27/3).

Baca Juga:  Hasil Cengkeh Pulau Pisang Terganjal Pendistribusian

Untuk itu, nantinya Dinas Ketenagakerjaan ini menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan perusahaan. “260 peserta yang ikut hari ini nantinya kita sesuaikan. Dengan kita undang para pemimpin perusahaan hari ini, kita bisa tahu mana yang menjadi kebutuhan. Ada banyak kejuruan di BLK Bandar Lampung ini, artinya diharapkan bisa terserap dan sesuai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Lampung, Sumiarti Somad, mengatakan, program magang yang dilakukan hari ini guna melihat kemampuan masing-masing calon tenaga kerja.

Seperti, lanjut Sumiarti, perawat yang magang di rumah sakit umum akan diberikan langsung pemahaman kerja dengan oleh perawat atau suster juga tentunya sesuai dengan keahliannya.

“Misal ada 10 orang yang magang di rumah sakit, nanti dilihat kemampuannya, bisa jadi perawat bayi, bagian umum, dan lain sebagainya. Dan ini adalah salah satu kesempatan menjadi karyawan tetap ketika kinerjanya memang cukup mumpuni,” jelas dia.

Baca Juga:  Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Lempar Senyuman Saat Ditanya Kasus Suap Lampung Tengah

Masih katanya, dari 260 para siswa magang ini, akan disebar ke masing-masing perusahaan sebanyak 10 orang, selama 5 bulan.

Untuk itu pihaknya berharap, dari keseluruhan peserta magang tahun ini bisa lebih tinggi dari tahun 2017 yang mencapai serapan peserta magang 65%. “Ini kan mengurangi angka pengangguran juga tentunya, dan honornya pun dari kita. Apalagi kalau sudah jadi pegawai tetap, tentu jumlah honor yang diterima bisa lebih tinggi,” harap Sumirti.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013, tentang Ketenagakerjaan, bahwa peIatihan kerja bukanlah sekedar aktivitas pelatihan saja.l, akan tetapi pelatihan kerja adalah suatu aktivitas produksi kompetensi kerja yang terencana dan terarah serta dilaksanakan secara terarah dan sistematis.

Baca Juga:  Pemprov Dukung Pinsar Petelur Nasional Dalam Pengembangan Agribisnis di Lampung

Baik dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kerja maupun dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja dan juga meningkatkan kesejahteraan.

Kata Sumiarti, kita harus memahami bahwa pelatihan kerja memiliki fungsi sosial dan ekonomi sekaligus. Artinya, menyelenggarakan pelatihan kerja harus dikelola secara efektif dan efisien sebagai investasi sumber daya manusia atau asset intelektual, sehingga harus terus berkembang nilainya.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top