Ekonomi

Program Demplot Agroforestry Kemitraan Cempaka Berkembang

Kunjungan Asian Forest Cooperation Organization, yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Istimewa

PRINGSEWU – Program Fasilitasi Perencanaan Partisipatif Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Facilitating the Participatory Planning of Community-Based Forest Management Using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS) Technologies in Forest Resources Management), merupakan program AFoCO Regional Project Component 3, yang difasilitasi oleh AFoCO (Asian Forest Cooperation Organization) bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Program ini telah memasuki tahun kelima sejak 2015, pada Minggu (25/8), dilakukan kunjungan Executive Director AFoCO, di Kelompok Kemitraan Cempaka, Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu.

Executive Director AFoCO, Sekretariat Korea Mr. Chencho Norbu bersama Program Officer Ms. Park Joowon, melakukan kunjungan di Kelompok Kemitraan Cempaka yang merupakan salah satu lokasi program, selain di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  Hipmi Lampung Komit Majukan Pengusaha Lokal

Selain Indonesia program ini juga dilaksanakan di Thailand dan Philippines.

Dalam kunjungan ini juga hadir Kepala Pusat Litbang Hutan KLHK Kirsfianti L. Ginoga, Koordinator AFoCO Regional Project Component 3 Dona Octavia, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang diwakili Wahyudi, Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemanfaatan Hutan, serta Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi, Yanyan Ruchyansyah.

Dalam laporannya Dona Octavia, mengatakan, program di Kemitraan Cempaka telah berjalan berupa penggunaan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh dalam perencanaan pengelolaan hutan, penanaman seluas 10 hektar menggunakan konsep agroforestri dengan jenis-jenis pohon hutan, multi guna (multi purpose tree species), buah-buahan dan tanaman semusim yang memenuhi asas sustainabilitas.

“Selain itu, produktivitas dan adoptabilitas masyarakat setempat, pengembangan mata pencaharian masyarakat dengan peningkatan kapasitas anggota kelompok melalui ragam alih teknologi, workshop pemasaran digital (digital marketing) untuk mendukung forestry 4.0,” jelas Dona Octavia, kemrain.

Fasilitasi yang telah dilakukan berupa Alih Teknologi Pembibitan, Pembuatan Persemaian dan Pupuk Organik, Alih Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kopi, Alih Teknologi Penyadapan dan Pengolahan Karet, Pelatihan Penguatan Kelembagaan, Alih Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit Agroforestri, Alih Teknologi Pengemasan dan Keamanan Produk Pangan serta kegiatan pengembangan database yang saat ini sedang dalam pembuatan aplikasi webGIS dan mobile android.

Baca Juga:  Tim Opal PLN Tertibkan Pemakaian Listrik di Bandar Lampung

Sementara itu, Kirsfianti L. Ginoga, Kepala  Puslitbang Hutan KLHK menyampaikan, apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat anggota kelompok Kemitraan Cempaka dalam pelaksanaan program, juga kepada AFoCO yang telah menginisiasi dan memfasilitasi pengelolaan hutan berkolaborasi dengan KPH Batutegi sebagai UPT Dinas Kehutanan Provinsi Lampung melalui program kegiatan penanaman pohon, peningkatan mata pencaharian dan peningkatan skil anggota kelompok menggunakan GPS dalam berbagai kegiatan pengelolaan hutan.

Antusiasme anggota kelompok ini menunjukkan bahwa mereka paham dengan skema kemitraan dan manfaat program kegiatan yang dilaksanakan.

Direktur Eksekutif AFoCO Mr. Chencho Norbu setelah melihat secara langsung di lapangan, menyampaikan apresiasi dan surprise atas respon dan tingkat penerimaan anggota kelompok. Produk pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ditampilkan oleh anggota kelompok kemitraan Cempaka berupa sirup maja, minuman herbal, olahan kopi dan madu menunjukkan kemampuan dan kreativitas anggota kelompok dalam mengelola hutan dan hasil hutan.

Baca Juga:  Mulai 2 Januari 2019, Seluruh OPD di Lampung Menerapkan E-Budgeting

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang diwakili Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada AFoCO dan juga Puslitbang Hutan KLHK yang memberikan dukungan melalui program di Kelompok Kemitraan Cempaka.

Hal ini merupakan sebuah kehormatan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program dengan harapan kedepan program dapat dilaksanakan di kelompok lain di Provinsi Lampung, serta program lainnya yang dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok tani hutan untuk menjadi lebih baik lagi dalam mengelola sumber daya hutan, guna mendukung kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat menuju Rakyat Lampung Berjaya. Di akhir acara disampaikan souvenir berupa Patung Gajah sebagai cinderamata khas Lampung.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top