Bandar Lampung

Pro Kontra Living Plaza, Pemkot dan Walhi Makin Sengit

kiri-Dekrison, Kabid Pengawasan Disperkim Bandar Lampung/DUM

Suluh.co – Meskipun pihak Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman menyatakan proyek Living Plaza tak berdampak apapun terhadap  ekosistem yaitu dengan membuat embung.

Namun, hal itu tak membuat aktivis Wahana Lingkungan Hidup surut menolak keberadaanya.

Bahkan super mall di Kecamatan Rajabasa ini dianggap bakal mengundang bencana bagi warga dan biota di sana.

Dekrison, Kabid Pengawasan Disperkim Bandar Lampung, mengatakan, bahwa lahan tempat Living Plaza itu merupakan daerah cekungan yang sering banjir.

Pasalnya, di area tersebut memang terdapat saluran air menuju ke Jalan Soekarno Hatta.

“Belum ada solusi yang tepat, namun solusi sementara yang di rekomendasikan adalah membuat embung,” kata Dekrison, Sabtu (30/1).

Baca Juga:  Gubernur Ridho Bersholawat Bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dan Puluhan Ribu Masyarakat Lampung

Sementara, Walhi Lampung menolak dengan adanya rekomendasi dari Disperkim Kota Bandar Lampung.

Sebab embung bukan sebagai solusi yang efektif untuk pembangunan Living Plaza. Menurutnya, luas lahan pembangunan Living Plaza sekitar 2,7 hektare itu tidak bisa jika hanya terpacu oleh embung saja.

“Embung yang dibangun daya resap dan daya tampungnya tidak tinggi dan tidak akan bisa menanggulangi banjir, mengingat luas lahan 2,7 hektare yang terbuka saja bisa banjir, apalagi jika di alokasikan ke pembangunan,” jelas Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, Sabtu (30/1).

Irfan mengatakan, jika Pemkot Bandar Lampung masih membangun Living Plaza di daerah itu, berarti pemerintah hanya mengundang bencana.

Baca Juga:  Aroma Mafia Hukum di Balik Dugaan Korupsi Arinal Djunaidi

“Pemkot hanya mementingkan investasi semata, tidak mementingkan  keselamatan masyarakat yang berada disana,” tandasnya.

 

Reporter : M Yunus Kedum

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top