Daerah

Pria 51 Tahun asal Desa Pujo Rahayu Bakal Temui Presiden Jokowi Tuntut Program PKH

Jumri, warga RT 8 RW 2 Desa Pujo Rahayu, Kecamatan Negeri Katon, berniat akan berangkat menuju Istana Negara untuk bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo/MH

GEDONGTATAAN – Lelah menunggu selama 3 tahun, Jumri (51) warga RT 8 RW 2 Desa Pujo Rahayu, Kecamatan Negeri Katon, berniat akan berangkat menuju Istana Negara untuk bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo.

Langkah ini tempuh, lantaran sebelumnya dirinya pernah menyurati Presiden RI Joko Widodo, karena tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Memang saya sudah niat dan sampaikan kepada keluarga akan berangkat ke Istana Negara untuk menemui Pak Jokowi. Karena sudah tiga tahun saya menunggu, sejak saya kirim surat ke beliau belum ada bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada saya,” ungkap Jumri, Kamis (27/6).

Baca Juga:  Pembuatan SKCK di Pesawaran Tinggi Jelang Musim Caleg

Selain itu, ia akan meminta pendampingan dari anggota DPR RI dapil Lampung untuk mendukung upayanya tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan teman yang jadi sopir truk, kalau saya mau ikut mereka sampai di Jakarta. Disana saya akan menemui anggota DPR RI dari Lampung untuk minta pendampingan menemui Pak Jokowi,” terangnya.

Menurutnya, sejauh ini dirinya hanya menerima bantuan dari Pemkab Pesawaran.

“Kalau dari pemerintah daerah, saya sudah dikasih bantuan bedah rumah dan BPJS Kesehatan, tapi kalau yang dari pusat seperti PKH (program keluarga harapan) saya belum pernah dapat,” ujarnya.

Ia pun mengatakan bahwa, dirinya sudah sering kali menanyakan kepada pihak desa maupun dinas terkait.

Baca Juga:  Panwascam Punduh Pidada Amankan Beras Dan Kalender Mustafa

“Kalau tanya sudah sering saya, katanya suruh nunggu 6 bulan, tapi ini sudah 3 tahun belum ada realisasi sama sekali,” katanya.

“Kalau dari desa katanya sudah sering diusulkan, tapi ketika saya tanya mana buktinya, mereka (pihak desa) tidak bisa menunjukkannya,” timpalnya.

Dirinya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah karena faktor ekonomi keluarganya yang cukup sulit.

“Kalau saya bekerja sebagai buruh tani, menyadap karet dilahan milik orang. Yang buat saya sedih itu, ada orang mampu yang dapat, tapi kami yang benar-benar tidak mampu malah tidak dapat, saya rasa banyak warga yang senasib dengan saya,” jelasnya.

“Saya ingin sampaikan ke presiden langsung, mengenai persoalan seperti ini,” tutupnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top