Daerah

Pria 45 Tahun Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jambu

Seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan tewas tergantung di pohon jambu, di Kebun Dusun Blok V Kali Ayu, Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Tanggamus/Chandra

 

TANGGAMUS – Polres Tanggamus bersama tim gabungan anggota Polsek Wonosobo, anggota Koramil, Tim Kesehatan, Kepala Pekon Gunung Doh dan masyarakat setempat, mengevakuasi jenazah Juheni.

Pria yang diperkirakan berumur 45 tahun itu ditemukan telah tergantung di pohon jambu, tepatnya di kebun Dusun Blok V Kali Ayu, Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Senin (8/1) lalu.

Kapolsek Wonosobo Iptu Andre Try Putra SIk MH mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili SIk MSi menjelaskan bahwa pada Senin (8/1) pukul 06.00 WIB, Polsek mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya mayat tergantung di kebun milik Slamet Riadi (40) warga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang bertani di Blok V Bandar Negri semuwong (BNS), Tanggamus.

Baca Juga:  Polsek Cukuh Balak Amankan Pelaku Pencurian Hewan Ternak

“Informasi awal ditemukannya jenazah Juheni, didapatkan dari Junaidi (47) warga yang kebunnya bersebelahan dengan lokasi penemuan jenazah,” jelas Iptu Andre Try Putra.

Junaidi menginformasikan kepada pemilik kebun dan selanjutnya diteruskan Kepala Pekon Gunung Doh hingga ke Polsek Wonosobo.

Lanjut Kapolsek, jalan menuju medan sangat jauh dari Blok V, hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki lebih kurang 4 jam perjalanan, ditambah lagi saat pertengahan jalan, hujan mengguyur sehingga jalan yang dilalui sangat licin.

“Walaupun hujan deras terus mengguyur, jenazah Juheni yang ditemukan telah tergantung menggunakan tali kain berwarna biru dengan ciri-ciri menggunakan kaos bergaris biru hijau, bersarung dan menggunakan celana, akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.00 WIB,” jelas Kapolsek.

Baca Juga:  Distribusi Logistik Pilgub Lampung di Tanggamus Lalui Jalur Laut

Menurut keterangan tim medis, korban murni gantung diri dan diperkirakan sudah meninggal selama 7 hari, sehingga kondisi sekujur badan sudah membengkak, mengeluarkan bau menyengat, muka tidak dapat dikenali, kulit sudah mengelupas dan sudah banyak belatung yang keluar.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Slamet Riadi, sebagai pemilik kebun, dari ciri-ciri dan pakaian yang digunakan, dia yakin bahwa jenazah tersebut benar Juheni, pekerja yang membantunya berkebun dan tinggal di gubuk seorang diri.

“Pemilik kebun hanya mengetahui, kalau Juheni merupakan warga Kecamatan Talang Padang, tetapi untuk alamat lengkapnya tidak diketahui jelas,” ujarnya.

AKP Andre Try Putra menambahkan, dalam peristiwa tersebut tindakan yang diambil meliputi evakuasi mayat, pengamanan dan olah TKP, mencari barang bukti, mencari saksi-saksi dan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Lapas Kota Agung Terima 30 Narapidana Baru dari Rutan Way Hui

“Karena jenazah ditemukan dalam keadaan sudah bengkak sekujur badan, dan sudah terdapat ulat yang keluar dari tubuhnya, serta sulitnya medan disertai hujan deras. Selain itu, tidak diketahui alamat jelas keluarganya maka jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat,” tandasnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top