Daerah

Presiden Turun Tangan Atasi Sengketa Penguasaan Atas Tanah

Presiden Joko Widodo, bersama Gubernur Lampung M Ridho Ficardo/Ist

BANDARLAMPUNG – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, segera menuntaskan ketimpangan persoalan sengketa lahan penguasaan atas tanah di Indonesia saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Jakarta, Rabu kemarin.

“Saya tahu betul, di kota-kota, untuk mendapatkan lahan 50 atau 100 meter persegi saja, rakyat sudah kesulitan. Tapi ada juga yang memiliki lahan Hak Guna Usaha sampai jutaan hektare,” tulis Presiden RI Jokowi dari akun Facebooknya, Jumat (12/1).

Menurutnya, inilah gambaran mengenai ketimpangan penguasaan atas tanah di Indonesia. Bagaimana jalan keluarnya? Salah satunya adalah program reforma agraria dan redistribusi tanah.

“Karena itulah, saya hadir dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Jakarta, Rabu kemarin. Jajaran kementerian ini telah berhasil mencapai target pada tahun 2017 melaksanakan pengukuran dan pendaftaran tanah sebanyak 5.262.162 bidang dan penerbitan sertifikat sebanyak 4.231.616 bidang,” jelasnya.

Baca Juga:  Ridho Kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Kita semuanya harus memiliki visi yang sama, memiliki semangat yang sama, bahwa rakyat itu harus dapat tanah, mendapatkan lahan. Saya telah memerintahkan jajaran Kementerian ATR/BPN untuk fokus melakukan identifikasi tanah HGU yang masa berlakunya telah habis dan tidak mengajukan perpanjangan sehingga bisa ditetapkan sebagai tanah telantar untuk dijadikan cadangan tanah negara.

“Tanah-tanah tersebut bisa kita manfaatkan, didistribukan, diredistribusi kepada kelompok-kelompok masyarakat dari lapisan 40 persen masyarakat kita yang masih sangat memerlukan,” bebernya.

Sebelumnya, selain didukung secara penuh oleh Pansus SGC, Gubernur Lampung Ridho Ficardo yang masa jabatanya akan berakhir pada 2019, bertekad  menuntaskan persoalan sengketa lahan yang hingga kini masih ada di Propinsi Lampung.

Baca Juga:  Babak Baru Recovery Aset Hasil Korupsi : RI-Swiss Teken MLA

“Insya Allah persoalan sengketa tanah yang ada, bisa kami tuntaskan. Apalagi bila kami kembali memimpin Lampung,” ungkap Ridho Ficardo kepada wartawan usai tes kesehatan, di Gedung Instalasi Rawat Jalan, RSUDAM, Kamis (11/1).

Ridho menjelaskan, sejauh ini penyelesaian sengketa lahan memiliki progres yang cukup positif, meski masih banyak pekerjaan rumah yang menanti ke depannya. “Memang pekerjaan rumah masih banyak, terutama yang sudah sangat lama. Secara bertahap kita akan diselesaikan dengan berkoordinasi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN),”ujar Ridho.

Selain itu, jelas Ridho, kini pemerintah Provinsi Lampung berupaya agar tak muncul sengketa lahan yang baru. Dengan mengurai masalah tersebut, secara perlahan dirinya optimis, pandangan masyarakat terhadap sengketa lahan bisa selesai.

Baca Juga:  Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi, RSUD Bob Bazar Bangun Zona Integritas

“Memang membutukan yang agak panjang. Dan diharapkan persoalan serupa tak kembali muncul,”ujar Gubernur Lampung.(*/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top