Daerah

Presiden Jokowi dan Gubernur Ridho Tekan Sirine Bersama Resmikan Prukades

Peresmian pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) terintegrasi, di Rice Milling Plant (RMP) Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur/Ist

MESUJI – Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Muhammad Ridho Ficardo, menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) terintegrasi yang dilaksanakan di Rice Milling Plant (RMP) Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Minggu (21/1)

Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi juga oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat Kota Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji.

“Saya senang karena sore ini mampu menginjakkan kaki di kabupaten Mesuji, Lampung,” ujar Presiden Jokowi.

Sejak dahulu, menurut Presiden, para petani mengurus padi dengan cara menanam, melihara dengan memberi air dan pupuk, selanjutnya memanennya dan menjual dalam bentuk gabah.

“Padahal keuntungan yang besar pada saat dijual dalam bentuk beras. Kalau bisa sudah dalam bentuk kemasan dan dijual dipasar,” jelas Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Berkas Balonkada Petahana Ridho-Bachtiar di KPU Lampung Rampung

Di era globalisasi, jelas Presiden, masyarakat harus mampu mengubah kebiasaan lama.

“Dunia telah berubah, oleh karenanya kita harus mampu mengubah diri dengan mengikuti modernisasi pertanian yang modern, terutama pada pasca panen. Selain itu, dengan memanfaatkan generasi muda, maka pemasaran produk unggulan seperti padi mampu di pasarkan melalui internet dan media sosial. Sehingga pembelinya tidak hanya disekitar sini,  tetapi seluruh indonesia, bahkan dunia mampu membelinya,” jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan dengan adanya RMP, maka masyarakat akan mampu meningkatkan pendapatannya. “Saya mau lihat dahulu apakah kapasitas RMP di sini cukup atau tidak. Kalau bermanfaat maka akan kita tingkatkan untuk menampung produksi padi di KTM mesuji ini,” kata jokowi.

Oleh karena itu, Presiden meminta agar para petani berkonsolidasi dalam kelompok besar sehingga para petani akan mampu bersaing, jangan bergerak sendiri-sendiri apalagi menjual dalam bentuk gabah.

Baca Juga:  Bersama Pramuka dan Tim VRI, Gubernur Resmikan Jembatan Gantung di Pringsewu

“Para petani membuat kelompok besar petani,  memiliki penggilaingn modern,  kemasan modern, dan nama yanv baik. Hal itu akan menjadi nilai tambah harga, sehingga mampu menjual hasil tani kita hingga ke Provinsi lain,  bahkan keluar Indonesia,” jelasnya.

Dalam mendukung pertanian di KTM mesuji,  Presiden Jokowi memerintahkan Menteri PUPR untuk membangun irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian.

Dalam kesempatan itu, Menteri Desa PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, menjelaskan bahwa masyarakat KTM mesuji telah menunggu kehadiran Presiden Jokowi. Program transmigrasi telah dimulai sejak tahun 1950, dan daerah transmigrasi tersebut telah mampu memacu pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

“Sejak diluncurkannya program tersebut, kawasan transmigrasi telah berhasil menciptakan 1.184 desa, 335 ibukota kecamatan, 104 ibukota kabupaten,  dan  2 ibukota Provinsi. “Dan kabupaten Mesuji berasal dari transmigrasi pada tahun 1982 yang lalu,” jelasnya.

Keberhasilan program ini, menurut eko, dikarenakan memiliki bisnis model yang nyaris lengkap dan terintegrasi dari hulu ke hilir  dalam suatu klaster pertanian yang direncanakan sejak awal.

Baca Juga:  OJK Keluarkan Peraturan Tentang Bank Perantara

Di tengah meningkatnya pendapatan dan kebutuhan masyarakat, menurut Eko, pengelolaan kawasan transmigrasi yang besar dan terintegrasi secara vertikal tidak mampu dihindari lagi.

“Untuk itu, Kementerian desa menggandeng kepala daerah,  kemneterian dan lembaga terkait,  dunia usaha dan perbankan untuk membentuk klaster ekonomi kawasan transmigrasi dan kawasan perdesaan di Indonesia yang dikenal Prukades,” jelasnya.

Sebagai wujud perhatian dan realisasi pengembangan Prukades, terdapat penyerahan bantuan modal masing-masing sebanyak Rp50 juta kepada 17 BUMDes oleh Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Serta terdapat penyerahan kredit usaha rakyat (KUR) BNI senilai Rp25 juta/orang dan bantuan alat pertanian berupa 19 hand tractor oleh Menteri BUMN.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top