Iklan
Modus

Praperadilan Eliyana Ditolak Hakim Perihal Kasus Praktek Klinik Skin Rachel

BANDAR LAMPUNG – Permohonan praperadilan yang diajukan Eliyana Subekti melalui kuasa hukumnya Henry Indraguna dan Rekan, di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, memasuki agenda putusan, Selasa (24/4).

Perkara No. 03 tahun 2018, yang dibacakan Hakim Tunggal Mansyur, memutuskan, untuk menolak permohonan praperadilan seluruhnya, lalu menyatakan surat perintah penghentian penyidikan/SP3 yang diterbitkan Dit.Reskrimsus Polda Lampung sah berdasarkan hukum, dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil.

Dalam pertimbangan hukum Hakim Tunggal, kata Advokat Yulizar Fahrulrozi Triassaputra, yang mewakili termohon Dir.Reskrimsus Kombes Pol Aswin Sipayung, menyampaikan, bahwa Hakim menyatakan tindakan penghentian penyidikan sehubungan perkara dugaan tindak pidana praktek kedokteran yang dilakukan oleh dokter Robot Setiadi dari Klinik Skin Rachel adalah sah berdasarkan hukum.

Hal itu, sebagaimana yang di atur dalam pasal 109 ayat (2) KUHAP secara limitatif menyatakan kewenangan penyidik dalam menghentikan antara lain dengan alasan tidak diperoleh bukti yang cukup

Baca Juga:  Operasi Sikat Krakatau 2019, Kasus Curas Duduki Peringkat Pertama

“Apabila penyidik tidak memperoleh cukup bukti untuk menuntut tersangka, atau bukti yang diperoleh penyidik tidak memadai untuk membuktikan kesalahan tersangka,” tegas Yulizar.

Menurutnya lagi, penyidik telah melaksanakan tahapan penyidikan sampai dengan pemberitahuan dihentikannya perkara kepada Pemohon.

Selain itu Yulizar, menyatakan, ahli pidana yang dihadirkan pihaknya sudah menjelaskan penghentian penyidikan dan merupakan kewenangan serta domein penyidik, dengan dilakukan penghentian penyidikan telah memberikan kepastian hukum.

“Hakim tunggal juga menegaskan dalam putusan langkah penyidik telah sesuai KUHAP dan Peraturan Kepolisian Nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan,” singkatnya.

Sementara itu, Kabidkum Polda Lampung AKBP Herry Setyawan, S.IK.,M.H., saat di konfirmasi mengenai keberhasilan anggotanya mengatakan, ini berkat kinerja rekan-rekan dilapangan.

“Alhamdulillah sukses berkat kinerja rekan semua yang sangat luar biasa gigih,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak Skin Rachel secara tegas mengatakan tidak pernah melakukan malapraktik seperti yang dituduhkan Ny Eliyana yang didampingi kuasa hukumnya Henry Indraguna, dalam konfersi pers kepada awak media beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kubur Mantan Sopir Bupati Lampung Utara Dibongkar

Pemilik Skin Rachel Dr. Natalia Wahyudi Sp.KK, menceritakan kronologi ketika Ny Eliyana melakukan perawatan feeling, yakni sejenis lulur dengan menggunakan cairan mengandung asam pada kedua tangannya di Skin Rachel pada Juni lalu. Dan ketika itu Natalia mengaku sedang berada di Bali.

Sepulang dari Bali, dirinya mendapatkan keluhan dari Ny Eliyana, karena terdapat seperti luka terbakar pada lengan bagian kiri atas dengan alasan karena perawatan feeling di Skin Rachel.

Mendengar keluhan itu, Dr.Natalia mengaku segera melakukan tindakan kepada Ny Eliyana, diantaranya dengan melaser seluruh lengan kiri dan memberikan cream untuk mengobati luka tersebut.

“Dan semua itu kami berikan secara gertis,” terang Dr.Natalia dihadapan awak media, di Klinik Skin Rachel, Senin (4/11) lalu.

Dirinya menambahkan, beberapa hari setelah mendapatkan tindakan darinya, luka di lengan bagian kiri Ny Eliyana semakin membaik dan bekas luka tampak memudar.

Baca Juga:  Merokok Sambil Berkendara Dihukum

Dirinya menduga, luka tersebut bukan karena cairan feeling mengingat obat yang diberikan masih dalam katagori kosmetik dan sangat aman untuk digunakan.

Terlebih, terangnya, Ny Eliyana merupakan pelanggan yang sudah belasan tahun melakukan perawatan feeling di Skin Rachel. Namun, selama ini tidak pernah terjadi seperti yang demikian.

“Maka saya tidak terima jika dikatakan telah melakukan malapraktik seperti yang ramai diberitakan media beberapa waktu terakhir,” urainya.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top