Iklan
Pendidikan

PPDB  Tahun Ajaran Baru, Rombel SD dan SMP di Pesawaran Dibatasi

Rombongan belajar dalam kelas/Ilustrasi

GEDONGTATAAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, menuntut para pihak sekolah agar tidak berlebihan dalam perekrutan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Suhairi mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suaidi saat ditemui di kantornya, Kamis (23/5).

“Tahun ini memang sudah kita tetapkan, kalau untuk satu rombongan belajar (rombel) untuk anak Sekolah Dasar (SD) itu sebanyak 28 murid. Itu sudah maksimal dan 32 murid untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), jadi tidak boleh lebih dari itu,” paparnya.

Menurutnya, langkah itu diambil guna memaksimalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ada di sekolah tersebut. “Kalau satu Rombel diisi lebih dari yang ditetapkan, KBM itu bisa tidak maksimal, karena over kapasitas,” ungkapnya.

Baca Juga:  April, Kwarda Pramuka Lampung Gelar Rakerda

Selain memaksimalkan jumlah murid dalam satu Rombel, Disdik juga menganjurkan kepada para pihak sekolah, untuk tidak menempatkan para murid di ruangan yang notabene bukan ruang kelas.

“Ya contohnya yang ada saat ini kan, banyak murid yang ditempatkan di Perpustakaan atau ruang kantor guru untuk belajar mengajar, dan tidak ada lagi sekolah yang menggunakan sistem shift pagi atau siang, tahun ini kita stop, tapi kalau yang sudah berjalan seperti itu tidak apa-apa, sampai anak anak itu lulus terlebih dahulu kan atau sekolah itu mendapatkan bangunan kelas baru,” ungkapnya.

Dan tahun ini juga, lanjutnya, pihaknya akan kembali menerapkan sistem zonasi dalam PPDB. “PPDB kita sekarang kita gunakan lagi sistem zonasi, dan itu kita berlakukan juga untuk sekolah swasta, jadi jika ada sekolah yang banyak pendaftar (siswa) akan disesuaikan dengan ruang kelasnya, kalau sudah penuh akan dialihkan sekolah negeri lainnya yang ada di sekitar daerah itu, namun kalau masih penuh juga bisa mendaftar ke sekolah swasta,” tukasnya.

Baca Juga:  Lestarikan Adat dan Budaya, Disdikbud Gelar Pagelaran Seni se-Sumatera

Ditambahkannya, itu semua dilakukan untuk pemerataan siswa pada tiap sekolah. “Sekarang kan memang sudah tidak ada tes, mau masuk sekolah itu berdasarkan zonasi, dan tidak boleh lagi ada istilahnya sekolah favorit atau unggulan, tapi memang kembali lagi kepada masing-masing masyarakat untuk menentukan di mana anaknya akan bersekolah,” tambahnya.

Ia pun mengaku sudah mensosialisasikan tersebut kepada para Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan di Kabupaten Pesawaran. “Ini sudah kita sampaikan kepada pihak sekolah melalui Korcam maupun kepala sekolah agar bisa diimplementasikan dengan baik,” tutupnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top