Bandar Lampung

Potensi Lampung Buat Penasaran Para Dubes Negara Timur Tengah

Kunjungan Lima Duta Besar (Dubes) Negara Timur Tengah, ke Provinsi Lampung, dalam rangka “Familiarization Trip for Ambassadors of Middle East Countries Promoting Cooperation in The Field of Trade, Tourism, and Invesment”/Suluh

BANDARLAMPUNG – Kunjungan Lima Duta Besar (Dubes) Negara Timur Tengah, ke Provinsi Lampung, dalam rangka “Familiarization Trip for Ambassadors of Middle East Countries Promoting Cooperation in The Field of Trade, Tourism, and Invesment”. Akan memberikan efek jangka panjang untuk provinsi Gerbang Sumatera.

Pasalnya, usai dilakukan ekspos oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat, terkait potensi investasi Provinsi Lampung serta show pameran kecil tentang produk unggulan, di Lantai 1 Kantor Gubernur. Ke-lima Dubes Timur Tengah tersebut, terlihat sangat tertarik untuk menanamkan investasi dan bekerja sama.

Selain daripada hal tersebut, kelima DubesTimur Tengah ini juga kompak bertanya, baik kemudahan izin, akses transportasi, hingga keuntungan yang didapatkan, untuk ikut dalam kerja sama semua sektor pengembangan di Lampung dan negara Timur Tengah.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, diwakili Konselor Kerajaan Arab Saudi, Salim Abdulrahman Al-Otaibi, mengaku, sangat tertarik melihat segala potensi di Lampung.

Baca Juga:  Erma Avionita dan Ikhwani Arifin Sabet Juara Pertama Muli Mekhanai Lampung Barat

“Investasi di Lampung apakah menginduk ke jakarta atau punya legalitas sendiri,” tanya Salim Abdulrahman Al-Otaibi, di Ruang Rapat Gubernur Lampung, Senin (5/3).

Menjawab hal itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, menjelaskan, dalam segala kepengurusan masalah izin di Lampung, hanya melalui satu pintu saja, termasuk urusan investasi.

“Kita punya standar SOP untuk para investor, standar itu mempermudah setiap investor dan ini adalah salah satu komitmen Gubernur. Tentunya pemerintah pusat tidak bisa ditinggalkan. Negara sahabat tetap harus ikut prosedur dari pusat. Ada izin yang harus dilalui di pusat. Ada juga di Lampung. Kami buka semudah-mudahnua untuk menanam investasi di lampung,” jelas Hamartoni.

Sementara itu, Duta Besar Republik Kuwait, diwakili Kuasa Usaha Republik Kuwait, Abdullah YB SH Fadhli, juga mengaku tertarik menanamkan investasi khususnya dalam bidang pariwisata.

Menurut Abdullah, Lampung adalah salah satu wilayah yang strategis dibandingkan dengan wilayah lain. Selain dekat dengan Ibukota Jakarta, juga dekat dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Saya hanya ingin kepastian, para wisatawan khususnya yang datang dari Kuwait nanti apakah ada akses penerbangan langsung menuju Lampung, untuk mempermudah perjalanan. Karena selama ini warga Kuwait hanya datang ke Bali dan Jakarta,” tanya Abdullah.

Baca Juga:  Pembangunan Observatorium Lampung Bakal Lebih Canggih dari Bandung

Mengenai hal itu, kata Hamartoni, seyogyanya Pemprov Lampung sudah merintis pengembangan bandara sejak tahun 2013 lalu. Saat ini juga Pemerintah Lampung terus melakukan pengembangan.

“Artinya kami (Pemprov Lampung) juga merintis agar Bandara Radin Inten II menjadi salah satu bandara internasional. Tapi ini masih dalam tahap merintis ke arah sana, yang tidak lama lagi insya Allah akan terwujud transportasi langsung antar negara khususnya di Timur Tengah,” jelas Hamartoni.

Ditempat yang sama, Duta Besar Republik Lebanon untuk Indonesia Mona El Tanir, yang diwakili oleh suaminya sendiri, menanyakan, dirinya yang seorang pengusaha ingin mendapatkan kepastian kemudahan izin berinvestasi.

“Istri saya Dubes dan saya sendiri adalah pengusaha, jadi kemudahan mendapatkan izin sangat penting,” kata Suami Mona El Tanir.

Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan, apakah mungkin di Provinsi Lampung, pemerintah daerah-nya menyewakan lahan untuk membuka pabrik, dan apakah ada jual beli tanah antar dua negara khususnya di Lampung.

Perihal hal tersebut, Hamartoni menjelaskan, bahwa pemerintah provinsi menjamin atau memberikan garansi kemudahan.

Untuk masalah tanah, timpal Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat. Negera luar hanya diperbolehkan untuk menyewa lahan atau tanah. Pasalnya, perdagangan antar negara harus ada ketentuan izin dari Kementerian Perdagangan.

Baca Juga:  Suryawan Jalan Kaki Cek Jalur KA Lintas Haji Pemanggilan - Sulusuban

“Pada memang harus ada dari pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah juga memberikan masukan dan kemudahan kepada pusat. Kami garansi untuk investasi akan sangat mudah. Dan Lampung punya SOP standar untuk mengeluarkan izin dalam waktu cepat,” papar Taufik.

Untuk diketahui, kunjungan Duta Besar Negara Timur Tengah untuk Indonesia akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari. Mulai hari ini Senin, 5 Maret 2018 hingga Rabu, 7 Maret 2018.

Pada Selasa (6/3) esok, para Dubes ini akan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Minhadlul Ulum, di Tegineneng, dan perusahaan seperti PT. Wong coco, PT. Great Giant Pineapple Plantation, dan PT. Nestle Indonesia (nescafe).(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top