Iklan
Pendidikan

Ponpes Riyadhus Sholihin Dukung Kemendikbud

Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Kota Bandar Lampung, Kiyai Haji Ismail Zulkarnaen/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah, dibantah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi.

Bahkan, Kemendikbud mewajibkan semua sekolah menyelenggarakan program penguatan pendidikan karakter bagi siswa.

Pihak sekolah dianjurkan menjalin kerja sama dengan lembaga lembaga pendidikan keagamaan di luar sekolah.

Kerja sama ini tidak menghapus pendidikan agama yang diselenggarakan sekolah, namun memperkuat pelajaran agama.

Program penguatan pendidikan karakter mendapatkan dukungan dari pimpinan Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Kota Bandar Lampung, Kiyai Haji Ismail Zulkarnaen.

Kata dia, Negara Indonesia yang berlandaskan pancasila, merupakan bangsa Berketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Puluhan Pelajar SMP Pamer Lukisan di Gedung Kesenian

Pancasila yang dirumuskan oleh para ulama dan cendekiawan menjadi ciri khas Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.

“Pendidikan agama merupakan pondasi moral dan akhlak bagi generasi penerus bangsa. Tanggung jawab pendidikan agama tidak cukup hanya pada orang tua siswa, apalagi semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dan seks bebas,” ungkap Kiyai Haji Ismail Zulkarnaen, Kamis (11/7).

Pendidikan karakter di pondok pesantren yang berbasis kurikulum agama juga terbatas hanya pada santri, karena tidak semua orang tua mendaftarkan anaknya di pondok pesantren.

“Mata pelajaran agama di sekolah reguler sangat dibutuhkan, guna menata kepribadian dan membentuk karakter yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tandasnya.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top