Modus

Polsek Cukuh Balak Amankan Pelaku Pencurian Hewan Ternak

Polsek Cukuh Balak amankan pelaku pencurian hewan ternak/Istimewa

TANGGAMUS – Polsek Cukuh Balak, Polres Tanggamus, berhasil mengamankan salah seorang tersangka pencurian hewan ternak.

Tersangka merupakan resedivis kasus penadahan tahun 2000 dan penganiayaan tahun 2014 bernama Ahadi (47), warga Pekon Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus.

Kapolsek Cukuh Balak, Ipda Dian Afrizal, tersangka ditangkap berdasarkan penyelidikan laporan pencurian korban tanggal 16 September 2016, korbannya Akmal Hakim (42) warga Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus.

“Berdasarkan penyelidikan laporan tersebut, kami berhasil mengamankan tersangka pada Jumat (21/6) dini hari,” ungkap Ipda Dian Afrizal, Senin (24/6).

Lanjutnya, tersangka diamankan saat berada di Pekon Putih Doh Jalan Raya Cukuh Balak. “Tersangka ditangkap di Jalan Raya Cukuh Balak saat hendak pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres dan Polhut TNBBS Amankan Tersangka Pemilik 2 Ekor Pelanduk Napu

Ipda Dian Afrizal menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, ia mengakui perbuatan yang dilakukannya pada tanggal 16 September 2016 lalu bersama tiga rekannya yang masih dalam pengejaran.

“Tersangka melakukan kejahatan tersebut bersama 3 orang rekannya yang masih DPO, dimana perannya memberikan informasi, membawa kerbau ke arah kebun melewati sungai kecil di Pekon Way Khilau lalu ketiga rekannya yang menyembelih kerbau tersebut,” jelas Ipda Dian Afrizal.

Ditambahkan Ipda Dian Afrizal, dalam perkara tersebut pihaknya mengamankan tali pengikat kerbau tersebut dan pisau dan handphone dari tangan tersangka.

“Barang bukti diamankan tali pengikat dari TKP dan pisau serta handphone diamankan dari tersangka. Kami juga memiliki foto organ dalam kerbau tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Remaja Cabul Diamankan Polsek Pulau Panggung

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas kejahatan tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara, dalam pemeriksaan, tersangka Ahadi mengakui semua perbuatannya, namun dia berdalih tidak mengetahui tempat penjualan daging kerbau tersebut.

“Saya menggiring kerbau ke kebun kelapa jaraknya 500 meter menyebrangi sungai kecil, disana teman-teman saya yang potong kerbaunya,” kata dia.

Atas pencurian tersebut, tersangka juga mengaku mendapatkan bagian uang yang telah habis dipergunakan kebutuhan sehari-hari. “Saya dapat bagian 450 pak, uangnya habis dipakai sehari-hari,” ucapnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top