Modus

Polresta Bandarlampung Ciduk Pelaku Pedofilia

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono dan tersangka UD pelaku pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur (pedofilia), saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung/RD

BANDAR LAMPUNG – Polresta Bandarlampung menciduk seorang pedofilia, pelaku pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur pada (pedofilia), Jumat (12/1) lalu.

Pelaku melakukan aksinya dengan membujuk korban yang sedang bermain dan memberikan uang Rp 5.000 agar anak tersebut tidak mengadu kepada orang tuanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia pernah menjalin hubungan dengan wanita di tahun 2007 lalu dan putus. Semenjak saat itu, ia merasa depresi ditambah lagi pernikahan kedua orang tuanya yang bercerai, mengakibatkan kelainan pada jiwanya dan mulai menyukai sesama jenis.

Baca Juga:  Penyebar Foto Bugil Anggota Polresta Diancam 15 Tahun Kurungan

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono, mengatakan peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh tersangka UD dilakukan pada Jumat (12/1/2018) lalu, di taman depan Mushola Ad-Du’a Jalan Sultan Agung, Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung.

Peristiwa tersebut, terungkap setelah korban, anak laki-laki yang masih berusia tujuh tahun itu mengadu kepada orang tuanya, yang kemudian melaporkankan hal tersebut kepada polisi.

Atas laporan itu, kata Kompol Harto, petugas bertindak cepat dengan mengamankan pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service dari rumahnya yang terletak di Kecamatan Tanjungkarang Barat.

“Jadi, modus pelaku ini mengajak korban berkawan dari Desember lalu dan melakukan aksinya di Januari, dimana korban merupakan anak laki-laki. Pelaku umur 24 tahun, inisial UD, pekerjaan cleaning service,” ujar Kompol Harto Agung Cahyono.

Baca Juga:  Pegawai Bukit Randu Cabuli ABG

Pelaku diduga telah sering melakukan aksi cabul terhadap anak di bawah umur, dan akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top