Modus

Polresta Bandar Lampung Telaah Visum Korban Seksual

Pelecehan seksual/Ilustrasi

Suluh.co – Korban dugaan pelecehan seksual dan percobaan perkosaan berinisial TI, melalui kuasa hukumnya telah berkirim surat ke Polresta Bandar Lampung pada Kamis (21/1) lalu, untuk meminta kejelasan dari penanganan kasus yang ia alami tersebut.

Kuasa hukum korban, Yunika Hadiani, menjelaskan, dalam suratnya tersebut, kami memohon kepada penyidik agar segera dapat menetapkan terlapor sebagai tersangka dan dapat menahannya di sel tahanan lantaran dikhawatirkan akan ada korban yang serupa.

“Sejak pelaporan ke pihak kepolisian pada November 2020 lalu, kasus tersebut belum ada kejelasannya hingga pada akhir Januari 2021 ini. Meski dianggap seluruh bukti sudah lengkap dan jelas,” jelas Yunika Hadiani, Sabtu (30/1).

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor Tewas Usai Baku Tembak di Sukarame

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, menjelaskan, pihaknya selama ini telah berusaha semaksimal mungkin menangani kasus tersebut, yang selama ini sempat terkendala dengan bukti visum dan baru diterima pada pertengahan Januari 2021.

“Maka setelah lengkapnya seluruh barang bukti yang didapat saat ini, kami menyatakan siap dan segera akan melakukan gelar perkara, yang diagendakan pada Senin pekan depan,” ujar Kompol Resky Maulana.

Diketahui dari penuturan korban, kasus pelecehan ini terjadi pada 7 November 2020 lalu, saat korban TI yang kala itu bekerja sebagai SPG mall bagian kosmetik memenuhi permintaan terduga pelaku RK bertemu di lantai lima mall untuk sebuah urusan pekerjaan.

Baca Juga:  Beredar di WhatsApp, Salah Satu Tim Pemenangan Arinal Nunik Diduga Lecehkan Pakaian Adat

Setelah keduanya bertemu, pelaku yang berstatus petugas keamanan mall itu pun memintanya untuk melakukan test urin dengan tuduhan bahwa korban sebagai penyalahguna narkotika.

Permintaan itu ditolak olehnya, hingga pada akhirnya terjadi pemaksaan dari pelaku dengan kekerasan yang mengarah pada dugaan pelecehan serta percobaan perkosaan.

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top