Iklan
Modus

Polres Tulangbawang Usut Kain Kasa Tertinggal di Rahim 

Septina (25), melaporkan salah satu petugas medis RS. Asy Syfa Medika, yakni Dr. AR, yang di duga kuat ceroboh saat menjalankan operasi caesar/Murni

TULANGBAWANG – Dugaan malpraktek yang dilakukan oleh oknum tenaga medis Rumah Sakit (RS) Asy Syfa Medika, Tulangbawang Barat, terhadap pasien bernama Septina, sepertinya bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, permasalahan ini sedang dalam pengusutan Polres Tulangbawang, terkait tertinggalnya kain kasa dalam rahim.

Dugaan awal, bahwa  salah satu dokter RS Asy Syfa Medika, paling bertanggung jawab atas ditemukannya kain kasa dalam rahim, yang tertinggal pasca operasi melahirkan pada 27 Maret 2019 lalu, dan persoalan ini telah dilaporkan ke Polres Tulangbawang, Kamis (20/6) kemarin.

Baca Juga:  Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kecamatan Tumijajar Rusak Rumah Warga

Menurut Septina, usai menjalani operasi, dirinya sering kali merasakan sakit dalam perut, kemaluan, demam disertai  nifas yang tak kunjung usai.

“Padahal normalnya nifas berlangsung  40 hari,” kata Septina, Jumat (21/6).

Bahkan nifas yang keluar dari rahimnya sangat berbeda dari biasa, Selain berwarna hitam gelap juga disertai bau tak sedap yang sangat menyengat.

Lantaran diyakini adanya gangguan kesehatan, dirinya pada Kamis kemarin, melakukan pemeriksaan IPA di Poned Panaragan Jaya.

Alhasil petugas medis yakni Dokter Rani dan bidan Eka terkejut karena menemukan kain kasa tepat berada dalam pangkal kemaluannya.

Saat ditarik kain kasa telah berwarna hitam kebiruan dan berbau busuk. Dirinya meyakini kain kasa tersebut tertinggal saat operasi melahirkan di RS Asy Syfa Medika.

Baca Juga:  Polres Pesawaran Bakal Tes Urine Mendadak ke Seluruh PNS

Sementara suami korban Ferdi Irwanda, menilai oknum tenaga medis di RS Asy Syfa, telah melakukan kecerobohan, pada saat menjalankan operasi melahirkan terhadap istrinya.

“Saya khawatir akan menyebabkan kecacatan permanen terhadap rahim serta gangguan kesehatan lainya,” kata Ferdi.

Untuk itu dirinya berharap, agar Polres Tulangbawang segera memproses serta melakukan pengusutan terhadap menajemen RS khususnya dokter berinisial AR.

Agar kelak tidak ada lagi rs atau oknun dokter yang mengabaikan keselamatan dan kesehatan pasien.

Terkait kasus tersebut, informasi sementara Humas RS Asy Syfa, Majril mengatakan pihak internal RS akan melakukan audit oleh tim komite medik.

Bahkan pihak menajemen RS Asy Syfa siap bertanggung jawab penuh untuk memulihkan kondisi kesehatan korban Septina.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top