Modus

Polres Tanggamus Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tiri di Lebak Banten

Polres Tanggamus Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tiri di Lebak Banten/LS

TANGGAMUS – Jajaran Polres Tanggamus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), dibantu Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim, berhasil menangkap SA (34) seorang tersangka pencabulan, anak dibawah umur, Sabtu (2/11) .

Penangkapan itu, setelah tim gabungan melakukan pengejaran hingga ke Provinsi Banten, sebab dugaan menyetubuhi putri tirinya sendiri berinsial RH (16) warga Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, keberhasilan penangkapan tersangka, tidak terlepas dari koordinasi dan bantuan dari Polsek Panggarangan, Kabupaten Lebak Banten.

Untuk bisa menjangkau ke tempat persembunyian tersangka yang sekaligus kampung halamannya di Dusun Calincing Ilir, Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan, petugas harus melewati perbukitan terjal dengan akses jalan berbatu.

“Dibantu rekan-rekan dari Polsek Panggarangan, Unit PPA dan TEKAB 308 akhirnya bisa menangkap tersangka. Perbuatan tersangka akhirnya bisa ditangkap dinihari tadi, Sabtu (2/11) pukul 02.30 Wib,” ungkap AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tangggamus AKBP Hesmu Baroto.

Baca Juga:  Tim Gabungan Polhut dan Polres Tanggamus Kembali Tangkap Pelaku Pembalakan Liar

Tersangka ditangkap saat sedang tidur di rumah di kampung halamannya, di Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan, Provinsi Banten.

“Atas laporan SR (31) ibu korban tanggal 7 Oktober 2019. Sehingga berbekal dari laporan tersebut, bukti yang ada dan keterangan saksi-saki, tersangka juga mengakui perbuatannya,” terangnya.

Barang bukti yang diperoleh  dari kasus ini, lanjutnya, antara lain satu helai kain sarung motif kotak-kotak warna hijau kombinasi warna kuning, satu helai rok panjang warna biru dongker, celana dalam perempuan warna putih, kaos lengan pendek warna hitam, bra warna orange, dan kaos dalam perempuan (tanktop) warna hitam putih.

AKP Edi Qorinas, mengatakan, perbuatan bejat tersangka itu dilakukan sebanyak dua kali, dengan cara mengikat kedua tangan putri tirinya dan menyumpal mulutnya dengan sobekan kain jarik. Agar korban takut dan bersedia tetap bungkam atas perbuatan amoral ayah tirinya, tersangka pun mengancam akan meneluh korban jika ia buka mulut.

Baca Juga:  Polres Lampung Utara Grebek Nenek Pengedar Narkoba

Kasatreskrim menambahkan berdasarkan keterangan korban, perbuatan bejat itu dilakukan tersangka sebanyak dua kali.

Dimana pertama, aksi tersangka menggagahi putri tirinya, pada Mei 2019 lalu. Namun dihadapan petugas, gadis kelahiran 6 Juni 2003 itu tak mampu lagi mengingat tepatnya tanggal dan harinya. Ia hanya ingat dirudapaksa ayah tirinya sekitar pukul 23.00 WIB di rumahnya di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

Merasa aksinya yang pertama aman, tersangka kembali menjadikan putri tirinya pelampiasan nafsu birahinya pada 16 Agustus 2019, sekira pukul 23.30 WIB.

“Dalam kejahatannya, selain dilakukan dengan kekerasan, yaitu mengikat tangan dan menyumpal mulut korbannya, tersangka juga mengancam korban akan menyantet,” bebernya.

AKP Edi Qorinas menambahkan, untuk mencabuli korban, tersangka selalu mencari kesempatan dan menunggu ibu kandung korban tidak berada di rumah.

Baca Juga:  DPO Selama Setahun, Pelaku Curanmor Dihadiahi Polres Pesawaran Timah Panas

“Ketika ibunya tidak di rumah, dua kali itu tersangka melakukan perbuatan bejatnya,” tandas kasatreskrim.

Tersangka dijerat pasal pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) dan 76 E jo Pasal 82 ayat (1) perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 th 2016 Tahun Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top