Modus

Polres Pesawaran Mulai Lidik Dugaan Korupsi PKH

Kartu PKH/Ilustrasi

GEDONGTATAAN – Dugaan adanya tindak pidana korupsi pada pendistribusian Program Keluarga Harapan (PKH) di Bumi Andan Jejama, akan menjadi salah satu fokus penyidikan Polres Pesawaran.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro, mengaku akan segera turun untuk mengumpulkan data dan keterangan terkait dugaan korupsi yang diindikasikan terjadi di PKH Kabupaten Pesawaran.

“Yang pasti kita akan dalami secara administrasi dan pidananya, karena tipikor itu salah satunya adalah kesalahan administrasi yang akibatkan pidana,” jelasnya, Kamis (18/7).

“Kita juga sudah dapat informasi masalah ini, dan kita akan segera turun untuk puldata dan pulbaket, apakah ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum atau kerugian negaranya. Karena, kalau dana PKH yang diperuntukkan ke masyarakat artinya itu uang negara. Nah, kalau itu yang terjadi berarti ada dugaan tipikornya,” timpalnya.

Baca Juga:  Pesawaran Aman dari Virus Cacar Monyet

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Pesawaran pertanyakan pendistribusian Program Keluarga Harapan (PKH) diantaranya adalah Sulastri warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedongtataan.

Menurutnya, ia telah terdata kedalam program PKH, namun ia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut.

“Tahunya itu beberapa waktu lalu, saya bersama dengan enam warga disini datang ke Kecamatan, disana ada pihak Bank yang ditunjuk menyalurkan PKH, mereka bilang saya dan enam warga lainnya ada namanya di PKH, tapi dari dulu saya tidak pernah terima,” ungkapnya.

Akibat hal itu, mereka tidak bisa mendapatkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang baru saja dibagikan.

“Yang tidak dapat PKH kan dapat BPNT, nah kami tidak bisa dapat program (BPNT) itu juga karena nama kami ada didalam data penerima PKH, sedangkan kami tidak pernah terima itu,” imbuhnya.

Baca Juga:  4 Mahasiswi Turut Tersangka Kematian Aga

“Padahal kalau dibilang punya anak sekolah, kami juga punya anak yang sedang bersekolah, tapi kok tidak pernah dapat ya,” timpalnya.

Senada juga dikatakan salah satu warga Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan. “Tidak tahu mas, kemarin nama saya ada didata penerima PKH, tapi saya tidak pernah dapat,” katanya

Ia pun merasa bingung dengan kondisi tersebut. “Nama saya ada, tapi kok tidak pernah dapat ya,” keluh dia.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top