Iklan
Politik

Politik Uang di Provinsi Lampung Saat Pemilu Semakin Parah 

Anggota Komisi II DPRD Lampung, Akhmadi Sumaryanto/Net

BANDAR LAMPUNG – Dugaan money politik (politik uang) diindikasi mewarnai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 di Provinsi Lampung.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Lampung, Akhmadi Sumaryanto. Menurutnya, politik uang di pergelaran pileg tahun ini lebih parah ketimbang sebelumnya. Sebab, para caleg sudah berani secara terang-terangan membeli suara masyarakat.

“Jika dulu sekitar Rp50 ribu, kalau sekarang bisa Rp300 ribu. Bahkan ada yang berani tawar-menawar ke masyarakat, jika ada caleg berani memberi uang Rp100 ribu, maka dia (caleg lainnya) berani menambah Rp50 ribu untuk meraih suara dari masyarakat tersebut,” ungkap Akhmadi, Rabu (24/4).

Baca Juga:  Kedatangan Jokowi ke Lampung Genjot Perolehan Suara

Dengan begitu, kata Akhmadi, hal tersebut membuat kualitas sistim demokrasi di Bumi Ruwa Jurai menjadi semakin buruk.

“Karena masalah ekonomi yang saat ini sedang sulit, membuat masyarakat susah untuk menolak money politik ini. Akhirnya pemenangnya golput (golongan pencari uang tunai),” sindirnya.

Oleh karena itu, untuk menekan politik uang di Lampung, ia berencana untuk mengusulkan pemilihan tidak langsung ke DPRD Lampung.

“Kedepannya, kita akan berwacana untuk mengusulkan pemilihan tidak langsung  karena bisanya ini undang- undang pemilu ini ada kecenderungan bakal dirubah lagi,” tukasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top