Iklan
Modus

Polisi Harus Tegas Soal Malpraktik

Septina (25), melaporkan salah satu petugas medis RS. Asy Syfa Medika, yakni Dr. AR, yang di duga kuat ceroboh saat menjalankan operasi caesar/Murni

BANDAR LAMPUNG – Menyoroti kasus dugaan malpraktik yang terjadi di Tulangbawang Barat dengan korban atas nama Septina yang melaporkan RS Asy Syifa. LBH Bandar Lampung minta kepolisian usut tuntas kasus tersebut.

Pasalnya beberapa kasus terkait dugaan malpraktik yang terjadi di dunia kesehatan seolah sulit untuk ditegakkan.

Seperti kasus yang menimpa Upik Rosalina (alm), yang belum lama ini empat dokter di RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung usai ditetapkan tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan pelanggaran terkait disiplin kedokteran oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

Baca Juga:  Petani Gading & Marga Kencana Gagal Panen

Diketahui bersama, kronologi kejadian awalnya, Septina melakukan oprasi caecar di RS Asy Asyifa pada tanggal 27 Maret 2019. Sebulan kemudian Septina mengeluh sakit perut, serta mengalami nifas selama 85 hari yang mengeluarkan cairan dan berbau busuk.

Satu minggu kemudian Septina mulai demam dan akhirnya Septiana melakukan pemerikasaan di Poned Panaragan Jaya dan ditemukan kain kasa di rahim Septina dengan kondisi berwarna kehijauan dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“LBH Bandar Lampung melihat bahwa terhadap malpraktik masih sulit ditegakkan karena belum ada payung hukum yang jelas terhadap kejahatan malpraktik,” tegas Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan,S.H.M.H.,C.L.A

Dalam UndangUndang No. 39 tahun 2009 Tentang Kesehatan dalam ketentuan pidana yang tidak tegas bicara malpraktik seperti Pasal 190 yang berkaitan dengan penelantaran Pasien dapat diancam 2 tahun penjara dan apabilan menyebabkan kematian diancam 10 tahun penjara.

Baca Juga:  Tiyuh Daya Sakti Memilih Pemimpin

Penegakan hukum dalam kejahatan malpraktik dapat dilakukan melalui KUHP berdasarkan pasal 360 dan 359 yang berkaitan tentang kealpaan dapat dipidana maksimal 5 tahun dan karena pelaksanaannya berdasarkan tugas dan jabatannya atau profesinya sesuai Pasal 361 KUHP maka hukuman ditambah dengan sepertiganya.(LBH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top