Iklan
Bandar Lampung

Polemik ‘Ayam Sayur’, Sumarju Saeni Tak Bermaksud Hina Perum Bulog  

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni/BO

BANDAR LAMPUNG – Polemik ‘Ayam Sayur’ yang berbuntut panjang, membuat Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, angkat bicara. Dirinya menegaskan sama sekali tak menghina Bulog.

“Itu pembahasan terjadi di dalam ruang sesi tanya jawab dan dalam Rapat Kordinasi (Rakor), dan tidak ada maksud dan tujuan dirinya untuk menghina Badan Usaha Milik Negara tersebut,” kata Sumarju saat dikonfirmasi terkait dugaan penghinaan yang dilakukan kepada Perum Bulog, dalam acara Rapat Koordinasi Penanganan Fakir Miskin Wilayah I, yang digelar di Hotel Aston Bekasi, 1 Agustus 2019 lalu.

“SEKAR dalam rapatkan gak ada. Masa dalam rakor dan sesi tanya jawab kok dimasalahkan. Peserta bertanya dijawab oleh narasumber. Kan seslesai,” timpal mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini, Jumat (9/8).

Baca Juga:  Ruangan Khusus VIP Bandara Radin Inten II, Jadi Faktor Keselamatan Dan Keamanan Pengguna

Hal senada juga di ungkapkan, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Lampung, M. Risco Irawan, dirinya mengatakan bahwa hal – hal seperti itu semestinya wajar dalam kegiatan diskusi.

“Kejadiaan di jakarta, itu kan ruang diskusi, Mestinya no hard feeling (tidak ada perasaan keras), ya,” kata Risco sapaan akrabanya.

Mantan Sekcam Natar itu juga menyampaikan, bahwa Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, niat baiknya telah menyampaikan permohonan maafnya kepada Perum Bulog.

“Pak Kadis juga sudah minta maaf. Semoga dengan niat baik bapak, tidak lagi jadi menjadi polemik,” kata lulusan STPDN ini.

Sebelumnya, Serikat Karyawan (SEKAR) Perum BULOG mengecam dan menyayangkan pernyataan Kadinsos Provinsi Lampung Sumarju Saeni yang menyebut BULOG sebagai “Ayam Sayur” dalam menjalankan program Bantuan Sosial Pemerintah.

Baca Juga:  Dinsos Lampung Terapkan Peraturan Penanganan Pecandu Napza

Ketua Umum SEKAR Perum BULOG, Febby Novita, mengatakan pernyataan hinaan kepada Perum BULOG yang merupakan lembaga pemerintah tersebut tidak sepantasnya dilontarkan oleh pejabat publik yang notabene sebagai aparatur sipil Negara.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top